Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 44.718.822 juta, mengalami penurunan 5,49% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 47.316.346 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 45,17% menjadi Rp 2.648.137 juta, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan setara kas serta piutang usaha.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 42.070.685 juta, turun 0,98%, yang antara lain dipengaruhi oleh sedikit penurunan pada nilai aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 34.017.910 juta, turun 7,44% dibandingkan akhir tahun lalu (Rp 36.750.823 juta).
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 16.807.091 juta, menurun 27,87%, terutama disebabkan oleh penurunan pada bagian lancar utang obligasi dan utang bank.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 17.210.819 juta, dengan kenaikan 27,96%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan, termasuk adanya Sukuk Ijarah baru dan kenaikan pada utang bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 10.700.912 juta, naik 1,28% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 5.162.758 juta, naik 0,70% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5.126.850 juta.

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1.108.292 juta, turun 5,06% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1.167.384 juta. Perubahan ini antara lain disebabkan oleh kenaikan pada beban keuangan.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp 49,67, mencerminkan penurunan 3,79% YoY dari Rp 51,63 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,16x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,16x, mengindikasikan likuiditas yang ketat (rasio ini sama dengan Current Ratio karena tidak ada persediaan yang signifikan pada aset lancar).

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 71,71%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 21,47%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 3,21% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 13,90% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 3,18x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.860 per 29 Oktober 2025, PER tercatat 28,08x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi premium terhadap sektor sejenis.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (BVPS) sebesar Rp 479,73, PBV perusahaan berada di level 3,88x, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan stabilitas pendapatan, dengan pertumbuhan tipis 0,70% YoY. Meskipun demikian, profitabilitas sedikit tertekan dengan laba bersih yang menurun 5,06%, yang antara lain dipengaruhi oleh kenaikan beban keuangan.

Dari sisi neraca, perusahaan berhasil menurunkan total liabilitas. Namun, rasio lancar (Current Ratio) berada di level yang sangat rendah (0,16x) akibat tingginya liabilitas jangka pendek yang didominasi oleh bagian utang obligasi dan utang bank yang akan jatuh tempo. Struktur modal perusahaan masih sangat bergantung pada utang, yang tercermin pada rasio DER sebesar 3,18x. Investor perlu memperhatikan manajemen arus kas perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya serta upaya berkelanjutan dalam mengelola beban utang.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here