Pada semester pertama tahun 2025, PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 12.325.097 juta, mengalami penurunan sebesar -3,71% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 12.799.576 juta.
- Aset Lancar: Aset lancar mengalami penurunan sebesar -3,81% menjadi Rp 5.798.220 juta.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar turun -3,61% menjadi Rp 6.526.877 juta.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 5.031.301 juta, turun sebesar -5,95% dari tahun sebelumnya.
- Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami kenaikan sebesar 4,60%, menjadi Rp 2.840.327 juta.
- Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 2.190.974 juta, mengalami penurunan signifikan sebesar -16,82%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 7.293.796 juta, yang mencatatkan penurunan sebesar -2,10% dibandingkan akhir tahun 2024.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 4.219.871 juta, yang mengalami penurunan sebesar -19,03% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari penjualan logam timah.
Laba Bersih
- Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 300.067 juta, yang mengalami penurunan sebesar -30,93% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan penurunan pendapatan.
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 40, menunjukkan penurunan sebesar -31,03% dibandingkan dengan semester 1 2024.
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
- Current Ratio: 2,04 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan yang sehat untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
- Quick Ratio: 0,88 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan, di mana nilai di bawah 1 menunjukkan ketergantungan pada persediaan.
Rasio Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 20,04%. Rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
- Margin Laba Bersih: 7,11%. Ini menggambarkan persentase laba bersih yang dihasilkan dari total pendapatan.
Rasio Efisiensi
- Return on Assets (ROA): 4,78% (disetahunkan). Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): 8,14% (disetahunkan). Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,69. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki. Nilai di bawah 1 menunjukkan bahwa aset perusahaan lebih banyak didanai oleh modal sendiri daripada utang, menggambarkan tingkat risiko finansial yang relatif rendah.
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 13 Agustus 2025, yaitu Rp 1.040, PER perusahaan (disetahunkan) tercatat sebesar 13,00x, yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 1,06x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.040 dan nilai buku per saham sebesar Rp 979,33. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham sedikit di atas nilai buku perusahaan.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan TINS pada semester pertama tahun 2025. Terjadi penurunan pada pendapatan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun demikian, perusahaan menunjukkan posisi solvabilitas yang baik dengan DER yang rendah dan rasio likuiditas yang cukup sehat. Valuasi saham menunjukkan PER yang moderat dan PBV yang mendekati nilai bukunya. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar komoditas global, dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Cari saham bagus tapi bingung mulai dari mana? Ini dia panduan yang kamu butuhkan.