Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

  • Aset
    • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar US$ 805,69 juta (sekitar Rp 13,43 triliun), mengalami penurunan 9,85% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar US$ 893,74 juta (sekitar Rp 14,43 triliun). Penurunan ini sebagian disebabkan oleh divestasi entitas anak.
    • Aset Lancar: Aset lancar menurun 5,82% menjadi US$ 216,49 juta (sekitar Rp 3,61 triliun), terutama dipengaruhi oleh penurunan piutang yang belum difakturkan yang kini nihil setelah divestasi.
    • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar US$ 589,20 juta (sekitar Rp 9,82 triliun), turun 11,25%, didorong oleh divestasi aset terkait entitas anak meskipun terdapat penambahan goodwill dan aset tetap dari akuisisi baru.
  • Liabilitas
    • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai US$ 567,63 juta (sekitar Rp 9,46 triliun), naik 24,19% dibandingkan akhir tahun lalu. Peningkatan ini sebagian besar berasal dari akuisisi dan penerbitan sukuk.
    • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar US$ 179,02 juta (sekitar Rp 2,98 triliun), meningkat 35,50%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang derivatif, biaya yang masih harus dibayar, dan bagian lancar utang obligasi serta liabilitas sewa baru dari akuisisi.
    • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi US$ 388,61 juta (sekitar Rp 6,48 triliun), dengan kenaikan 19,59%, mencerminkan penambahan liabilitas sewa dan utang lain-lain dari akuisisi, serta penerbitan sukuk, meskipun terdapat penurunan utang bank jangka panjang.
  • Ekuitas
    • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar US$ 238,06 juta (sekitar Rp 3,97 triliun), turun 45,48% dibandingkan 31 Desember 2024. Penurunan signifikan ini didorong oleh rugi bersih periode berjalan yang besar, penurunan kepentingan nonpengendali akibat divestasi, dan pembagian dividen.

Laporan Laba Rugi

  • Pendapatan
    • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai US$ 288,17 juta (sekitar Rp 4,80 triliun), turun 14,39% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 336,65 juta (sekitar Rp 5,61 triliun). Penurunan ini terutama disebabkan oleh divestasi pembangkit listrik dan penurunan pendapatan dari penjualan batubara, meskipun terdapat kontribusi baru dari segmen pengelolaan limbah.
  • Laba/(Rugi) Bersih
    • Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 127,38 juta (sekitar Rp 2,12 triliun), berbanding terbalik dari laba US$ 34,84 juta pada periode yang sama tahun lalu. Perubahan drastis ini disebabkan terutama oleh rugi atas divestasi entitas anak sebesar US$ 96,87 juta dan penurunan laba bruto.
  • Earnings per Share (EPS)
    • EPS tercatat sebesar -US$ 0,0154 (sekitar -Rp 257), mencerminkan penurunan signifikan YoY dari US$ 0,0043 (sekitar Rp 72), sejalan dengan perubahan laba bersih menjadi rugi bersih.

Rasio Keuangan

  • Likuiditas
    • Current Ratio: 1,21x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
    • Quick Ratio: 1,07x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
  • Profitabilitas
    • Margin Laba Kotor: 7,64%, menunjukkan penurunan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan dibandingkan 9M 2024 (23,27%).
    • Margin Laba Bersih: -44,20% (Margin Rugi Bersih), mencerminkan tingkat profitabilitas negatif setelah dikurangi seluruh beban operasional, pajak, dan rugi divestasi.
  • Efisiensi & Pengembalian
    • Return on Assets (ROA) (9 Bulan): -15,0%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih selama periode berjalan.
    • Return on Equity (ROE) (9 Bulan): -44,40%, menggambarkan imbal hasil negatif atas modal pemegang saham selama periode berjalan.
  • Solvabilitas
    • Debt to Equity Ratio (DER): 2,38x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dengan tingkat ketergantungan pada utang yang cukup tinggi, meningkat dari 0,78x pada akhir 2024.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.000 per 28 Oktober 2025, PER tercatat negatif (-2,92x jika menggunakan EPS 9 bulan yang diannualkan), yang tidak bermakna karena perusahaan mencatatkan rugi bersih.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 436,67 (berdasarkan ekuitas induk US$ 216,36 juta dan kurs 16.666,67), PBV perusahaan berada di level 2,29x, mencerminkan pasar masih menilai perusahaan di atas nilai bukunya meskipun mencatat kerugian.

Kesimpulan

Kinerja keuangan TOBA selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan signifikan, terutama tercermin dari kerugian bersih yang besar akibat divestasi aset pembangkit listrik. Penurunan pendapatan dan laba kotor juga menandakan tekanan operasional. Di sisi lain, perusahaan melakukan ekspansi ke sektor pengelolaan limbah melalui akuisisi, yang mulai berkontribusi pada pendapatan namun juga meningkatkan liabilitas. Peningkatan rasio utang (DER) menjadi 2,38x perlu menjadi perhatian investor terkait risiko finansial. Valuasi PBV di atas 1x mengindikasikan ekspektasi pasar terhadap transformasi bisnis perusahaan ke depan. Investor perlu memperhatikan keberhasilan integrasi bisnis baru dan strategi perusahaan dalam mengelola beban utang serta kembali ke profitabilitas.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here