Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Surya Semesta Internusa Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 11.758.404.973.099 , mengalami kenaikan 13,4% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 10.367.405.490.248.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 14,5% menjadi Rp 4.003.905.294.925 , terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan setara kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 7.754.499.678.174 , naik 36,2%, didorong oleh kenaikan signifikan pada pos Tanah untuk Pengembangan dan Aset Tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 3.572.269.062.954 , naik 50,5% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 1.949.497.249.630 , meningkat 25,6%, terutama disebabkan oleh kenaikan pada Pinjaman Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 1.622.771.813.324 , dengan kenaikan 97,5%, mencerminkan peningkatan signifikan pada Pinjaman Jangka Panjang untuk pendanaan.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 8.186.135.910.145 , naik 2,4% dibandingkan 31 Desember 2024 , didorong oleh peningkatan Tambahan Modal Disetor.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 3.315.122.670.204 , menurun 14,2% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3.861.689.437.306. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen Hotel dan Tanah Kawasan Industri.

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 6.466.809.806 , turun 97,2% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 228.417.184.625. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan Laba Bruto akibat pendapatan yang lebih rendah, meskipun sebagian diredam oleh adanya manfaat pajak penghasilan.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp 1,40 , mencerminkan penurunan 97,2% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 2,05x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 1,80x, mengindikasikan likuiditas yang tetap sehat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 22,2%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 0,19%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang sangat tipis setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 0,08% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset yang sangat rendah dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 0,15% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil yang sangat rendah atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,44x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sehat dan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.660 per 12 November 2025, PER (disetahunkan) tercatat 887,7x, mengindikasikan valuasi premium yang sangat tinggi, kemungkinan karena laba saat ini yang tertekan.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 1.217,76, PBV perusahaan berada di level 1,36x, mencerminkan valuasi pasar yang wajar terhadap nilai aset bersihnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan SSIA selama kuartal III 2025 menunjukkan penurunan profitabilitas yang tajam, terutama didorong oleh pelemahan pendapatan di segmen perhotelan. Penurunan laba bersih yang drastis sebesar 97,2% menjadi perhatian utama.

Meskipun demikian, perusahaan secara agresif melakukan ekspansi, terlihat dari kenaikan aset tidak lancar (aset tetap dan tanah untuk pengembangan) sebesar 36,2% yang didanai oleh peningkatan signifikan pada liabilitas jangka panjang.

Dari sisi valuasi, PER perusahaan terlihat sangat tinggi akibat laba yang minimal. Namun, rasio PBV 1,36x menunjukkan bahwa pasar masih menilai perusahaan sedikit di atas nilai aset bersihnya, yang mungkin mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang dari pengembangan kawasan industri dan aset properti yang dimilikinya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here