Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Surya Citra Media Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 10.032.534.950 (dalam ribuan), mengalami penurunan 7,24% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 10.815.251.239 (dalam ribuan).
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 10,78% menjadi Rp 6.470.462.994 (dalam ribuan), terutama dipengaruhi oleh perubahan pada penurunan kas dan setara kas serta aset keuangan lancar lainnya.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 3.562.071.956 (dalam ribuan), turun 0,02% (relatif stabil), didorong oleh penurunan aset tetap, meskipun diimbangi oleh kenaikan uang muka pembelian aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 2.074.743.678 (dalam ribuan), turun 15,63% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 1.800.789.701 (dalam ribuan), menurun 18,05%, terutama disebabkan oleh penurunan beban akrual dan utang usaha.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 273.953.977 (dalam ribuan), dengan kenaikan 4,77%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 7.957.791.272 (dalam ribuan), turun 4,77% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh pembagian dividen tunai.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 5.046.430.852 (dalam ribuan), turun 1,89% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5.143.490.256 (dalam ribuan). Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh penurunan pendapatan iklan yang diimbangi oleh pertumbuhan pendapatan lain-lain, terutama dari pelanggan berbayar Vidio.

Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 591.573.768 (dalam ribuan), naik 16,14% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh efisiensi operasional, terutama penurunan pada beban program dan siaran serta beban usaha.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 9,32 (angka penuh), mencerminkan kenaikan 15,90% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih dan jumlah saham beredar.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 3,59x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 2,89x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 38,74%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 11,72%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 7,86% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 9,91% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,26x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 366 per 11 November 2025, PER tercatat 29,45x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi premium terhadap sektor sejenis.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 125,38, PBV perusahaan berada di level 2,92x, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan SCMA selama kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang kuat, meskipun terdapat tantangan eksternal seperti penurunan pendapatan iklan Free-To-Air (FTA).

Pertumbuhan pendapatan dari segmen digital (Vidio) dan margin yang terjaga menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan tekanan pada pendapatan iklan yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here