Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Sumber Global Energy Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 5.375.274.892.729, mengalami kenaikan 15,89% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 4.638.206.457.168.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 9,14% menjadi Rp 4.597.060.644.573, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada peningkatan Uang Muka dan Dana yang dibatasi penggunaannya.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 778.214.248.156, naik 82,70%, didorong oleh kenaikan signifikan pada Aset Tetap Bersih.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 3.036.343.176.973, naik 26,67% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 2.208.979.984.820, menurun 3,15%, terutama disebabkan oleh pelunasan Utang Obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 827.363.192.153, dengan kenaikan 612,01%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, terutama dari penambahan Utang Bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 2.338.931.715.756, naik 4,36% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan Saldo Laba.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 5.217.450.009.017, turun 52,09% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 10.888.891.768.609. Penurunan ini terutama ditopang oleh penurunan signifikan pada pendapatan penjualan batu bara.

Laba Bersih

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 186.011.891.942, turun 67,09% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan Laba Kotor dan kenaikan Beban Keuangan.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp 11,93, mencerminkan penurunan 67,07% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 2,08x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,28x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan (yang tidak tercatat) dan uang muka dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 7,12%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 3,57%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 4,61% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 10,60% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,30x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 478 per 12 November 2025, PER (disetahunkan) tercatat 30,04x, mengindikasikan valuasi premium terhadap sektor sejenis.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (BVPS) sebesar Rp 140,98, PBV perusahaan berada di level 3,39x, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan atau aset perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan SGER selama kuartal III 2025 menunjukkan penurunan profitabilitas yang signifikan, meskipun posisi aset tetap bertumbuh. Penurunan tajam pada pendapatan dan laba bersih, yang terutama berasal dari segmen batu bara, menjadi tantangan utama perusahaan.

Investor perlu memperhatikan struktur likuiditas perusahaan; meskipun Current Ratio (2,08x) terlihat sehat, Quick Ratio (0,28x) mengindikasikan ketergantungan yang sangat tinggi pada pos “Uang Muka” (Rp 3,6 triliun) dalam Aset Lancarnya, dibandingkan aset likuid seperti kas dan piutang. Selain itu, peningkatan leverage (DER naik dari 0,84x menjadi 1,30x ) yang didorong oleh penambahan utang jangka panjang menjadi faktor yang harus dicermati dalam menilai risiko keuangan perusahaan ke depan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here