Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Singaraja Putra Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 1.358.181.609.382, mengalami kenaikan 68,32% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 806.899.523.671.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 73,86% menjadi Rp 367.200.541.798, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kenaikan signifikan Persediaan dan Pajak Dibayar di Muka.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 990.981.067.584, naik 66,36%, didorong oleh lonjakan besar pada Aset Aktivitas Pengupasan Tanah dan Aset Pertambangan.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 2.045.375.618.613, naik 52,42% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 1.604.392.143.106, meningkat 41,65%, terutama disebabkan oleh lonjakan Utang Usaha kepada Pihak Ketiga.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 440.983.475.507, dengan kenaikan 110,73%, mencerminkan kenaikan pada Utang kepada Pihak Berelasi.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp (687.194.009.231) (defisiensi modal), turun 6,37% (defisiensi bertambah) dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh rugi bersih tahun berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 287.258.651.044, turun 9,43% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 317.177.941.033. Penurunan ini terutama ditopang oleh penurunan penjualan kayu dan batu bara .

Laba Bersih

Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (38.322.487.480), mengalami penurunan 99,13% YoY (kerugian membengkak) dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan laba kotor, sementara beban usaha dan beban keuangan relatif tetap tinggi.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp (80), mencerminkan penurunan 100% YoY, sejalan dengan perubahan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,23x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,08x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 16,90%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: -13,34%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -4,72% (dianualkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): N/A (Defisiensi Modal), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): N/A (Defisiensi Modal), menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

Price to Earnings Ratio (PER)

Berdasarkan harga penutupan saham Rp 5.975 per 31 Oktober 2025, PER tercatat (56,01)x (dianualkan), mengindikasikan valuasi negatif karena perusahaan menderita kerugian.

Price to Book Value (PBV)

Dengan nilai buku per saham sebesar Rp (1.428,68), PBV perusahaan berada di level (4,18)x, mencerminkan valuasi pasar yang jauh di atas nilai ekuitasnya yang negatif.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Singaraja Putra Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan operasional dan tekanan neraca yang signifikan. Penurunan pendapatan dan margin laba bersih yang negatif, ditambah dengan defisiensi modal yang semakin besar, menjadi sorotan utama.

Pertumbuhan aset perusahaan didominasi oleh aset tidak lancar terkait aktivitas pertambangan, yang dibiayai oleh peningkatan signifikan pada liabilitas jangka pendek (Utang Usaha) dan jangka panjang (Utang Pihak Berelasi). Investor perlu memperhatikan rasio likuiditas yang sangat ketat (Current Ratio 0,23x) dan kondisi defisiensi modal yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha ke depan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here