Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
(Angka dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 7.639.617.000.000, mengalami kenaikan 34,81% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 5.666.657.000.000.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 219,25% menjadi Rp 2.658.687.000.000, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kas dan setara kas yang melonjak signifikan dari Rp 277.208.000.000 menjadi Rp 1.955.145.000.000.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 4.980.930.000.000, naik 3,04%, didorong oleh peningkatan tipis pada aset tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 6.190.823.000.000, naik 61,49% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 1.948.036.000.000, menurun 25,00%, terutama disebabkan oleh penurunan pada pos utang lain-lain.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 4.242.787.000.000, dengan kenaikan 243,13%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, khususnya melalui penerbitan “Surat utang” baru senilai Rp 2.959.326.000.000.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1.448.794.000.000, turun 20,97% dibandingkan 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama didorong oleh rugi bersih periode berjalan dan adanya “Selisih nilai wajar atas penerbitan surat utang” yang mengurangi tambahan modal disetor.
Laporan Laba Rugi
(Untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September, angka dalam jutaan Rupiah)
Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 1.875.068.000.000, naik 8,80% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1.723.461.000.000. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan dari segmen rawat inap dan rawat jalan.
Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencatatkan rugi sebesar Rp 88.462.000.000, turun 1173,57% YoY dari periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan laba sebesar Rp 8.240.000.000. Perubahan ini disebabkan oleh lonjakan signifikan pada beban keuangan, yang naik dari Rp 129.910.000.000 di 9M 2024 menjadi Rp 281.410.000.000 di 9M 2025.
Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp (7,23), mencerminkan penurunan 1147,83% YoY dari Rp 0,69, sejalan dengan perubahan laba bersih.
Rasio Keuangan
(Berdasarkan data 30 September 2025)
Likuiditas
- Current Ratio: 1,36x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 1,34x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 40,26%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: -4,72%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): -1,54% (dianualisasi), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): -8,14% (dianualisasi), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 3,61x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang (berdasarkan perhitungan yang disajikan perusahaan dalam catatan laporan keuangan).
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 11.725 per 29 Oktober 2025, PER tercatat N/A (Rugi), mengindikasikan valuasi tidak dapat dihitung karena perusahaan merugi.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 118,38 (dihitung dari total ekuitas Rp 1.448.794.000.000 dibagi jumlah saham 12.238.959.990), PBV perusahaan berada di level 99,05x, mencerminkan valuasi yang sangat premium dan ekspektasi pasar yang tinggi terhadap prospek pertumbuhan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan SRAJ selama kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang stabil, didukung oleh operasional rumah sakitnya. Namun, perusahaan beralih dari laba menjadi rugi bersih akibat lonjakan signifikan pada beban keuangan, yang tampaknya terkait dengan penerbitan surat utang besar-besaran di awal tahun 2025.
Meskipun aset lancar (terutama kas) meningkat drastis, hal ini diimbangi dengan peningkatan utang jangka panjang yang substansial, yang menyebabkan rasio utang terhadap modal (DER) meningkat dan ekuitas tergerus.
Dari sisi valuasi, harga saham Rp 11.725 memberikan rasio PBV 99,05x. Ini adalah valuasi yang sangat tinggi (premium), yang mengindikasikan bahwa pasar memiliki ekspektasi yang luar biasa besar terhadap pertumbuhan perusahaan di masa depan, meskipun saat ini perusahaan sedang dalam kondisi merugi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!