Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Samator Indo Gas Tbk mencatatkan kinerja yang relatif stabil di tengah kondisi industri gas industri yang dinamis. Laporan berikut memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi keuangan dan hasil operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Rp 8,188 triliun, naik 2,3% dari posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 8,005 triliun.
- Aset Lancar: Rp 1,801 triliun, naik 10,7% dari Rp 1,626 triliun, didorong oleh kenaikan piutang usaha dan uang muka pembelian.
- Aset Tidak Lancar: Rp 6,387 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp 6,378 triliun tahun lalu, masih didominasi aset tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Rp 4,369 triliun, meningkat 3,5% dari Rp 4,222 triliun pada akhir 2024.
- Liabilitas Jangka Pendek: Rp 633,7 miliar, naik dari Rp 580,9 miliar, sebagian besar karena kenaikan utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun.
- Liabilitas Jangka Panjang: Rp 3,736 triliun, naik 2,6% karena peningkatan utang bank jangka panjang.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Rp 3,819 triliun, naik tipis 0,9% dari Rp 3,784 triliun, didorong oleh laba ditahan yang meningkat.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan:
Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan mencapai Rp 2,211 triliun, tumbuh 4,0% YoY dibandingkan Rp 2,126 triliun pada periode sama tahun lalu, didorong peningkatan penjualan gas industri dan distribusi gas melalui jaringan pipa.
Laba Kotor:
Laba kotor naik menjadi Rp 1,016 triliun dari Rp 955 miliar, dengan margin kotor sekitar 46%, menunjukkan efisiensi produksi yang terjaga.
Laba Bersih:
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 60,6 miliar, turun 25% YoY dari Rp 81,0 miliar pada periode yang sama 2024, terutama karena beban keuangan yang meningkat.
Earnings per Share (EPS):
EPS tercatat sebesar Rp 20 per saham, turun dari Rp 26 per saham tahun sebelumnya.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: sekitar 2,8x, menunjukkan kemampuan kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
- Quick Ratio: sekitar 2,0x, mencerminkan likuiditas yang sehat meskipun persediaan meningkat.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 46,0%, efisiensi operasional meningkat.
- Margin Laba Bersih: 2,7%, menurun akibat kenaikan beban bunga.
Efisiensi & Pengembalian
- ROA: sekitar 0,8%, menunjukkan moderasi efisiensi aset.
- ROE: sekitar 1,6%, lebih rendah dibanding tahun lalu akibat penurunan laba.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 1,14x, relatif stabil dan masih dalam batas sehat bagi industri gas industri.
Valuasi Pasar
Dengan harga penutupan Rp 1.310 per 30 Oktober 2025:
- PER: sekitar 31,9x, menunjukkan valuasi relatif premium dibanding rata-rata sektor kimia dasar.
- PBV: sekitar 1,05x, sejalan dengan valuasi historis perusahaan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan AGII hingga kuartal III 2025 mencerminkan stabilitas dengan tekanan margin laba bersih akibat tingginya beban bunga dan biaya operasional. Pertumbuhan pendapatan yang tetap positif serta posisi keuangan yang kuat (DER < 1,2x) menjadi indikator fundamental yang masih solid.
Namun, investor perlu mewaspadai tingkat leverage tinggi dan potensi kenaikan suku bunga domestik yang dapat menekan profitabilitas kuartal berikutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!