Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT PP Properti Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
- Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 17.749.500.045.403 , mengalami penurunan 2,70% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 18.242.135.521.297.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 2,49% menjadi Rp 12.508.548.938.556 , terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan setara kas serta piutang usaha.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 5.240.951.106.847 , turun 3,21% , terutama disebabkan oleh penurunan nilai bersih aset tetap.
- Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 5.966.084.796.355 , turun signifikan 62,82% dibandingkan akhir tahun lalu sebesar Rp 16.045.902.179.122. Penurunan drastis ini terutama disebabkan oleh restrukturisasi utang melalui konversi utang ke pihak berelasi menjadi Surat Berharga Perpetual (ekuitas).
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 2.970.707.658.495 , menurun drastis 71,89% , disebabkan oleh penurunan signifikan pada Biaya yang Masih Harus Dibayar, Utang Bank, Utang Obligasi, dan Surat Berharga Jangka Menengah yang jatuh tempo.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 2.995.377.137.860 , dengan penurunan 45,31% , mencerminkan penurunan Utang Bank jangka panjang dan reklasifikasi utang obligasi dan surat berharga jangka menengah menjadi Obligasi Konversi.
- Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 11.783.415.249.048 , naik signifikan 436,53% dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar Rp 2.196.233.342.174. Kenaikan ini didorong oleh pencatatan Surat Berharga Perpetual sebesar Rp 9.634.441.793.768 hasil konversi utang pihak berelasi sebagai bagian dari proses restrukturisasi (PKPU). Laba bersih periode berjalan yang masih negatif sedikit mengurangi kenaikan ini.
Laporan Laba Rugi
- Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 230.973.293.777 , turun 19,75% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 287.813.751.317. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan apartemen.
- Laba Bersih
- Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp (37.027.052.883) , membaik signifikan (rugi menyempit 94,86%) YoY dari rugi Rp (720.235.069.739) pada periode yang sama tahun lalu. Perbaikan ini terutama disebabkan oleh penurunan drastis beban keuangan dari Rp 697,0 miliar menjadi Rp 141,4 miliar.
- Earnings per Share (EPS)
- EPS tercatat sebesar Rp (0,63) , membaik 94,84% YoY dari Rp (12,22), sejalan dengan penyempitan rugi bersih.
Rasio Keuangan (per 30 September 2025)
- Likuiditas
- Current Ratio: 4,21x (Rp 12.508.548.938.556 / Rp 2.970.707.658.495), menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar. Rasio ini meningkat signifikan dari 1,21x pada akhir 2024 karena penurunan drastis liabilitas jangka pendek.
- Quick Ratio: 1,28x ((Rp 47.101.679.192 + Rp 3.601.452.103.240 + Rp 72.875.688.710 + Rp 74.623.412.793) / Rp 2.970.707.658.495), mengindikasikan likuiditas yang cukup memadai meskipun mengecualikan persediaan dari aset lancar.
- Profitabilitas (9 Bulan 2025)
- Margin Laba Kotor: 3,07% (Rp 7.080.345.689 / Rp 230.973.293.777) , menunjukkan efisiensi yang sangat tipis dalam menghasilkan laba dari penjualan, menurun dari 10,92% YoY.
- Margin Laba Bersih: -16,03% (Rp -37.027.052.883 / Rp 230.973.293.777) , mencerminkan perusahaan masih membukukan kerugian meskipun membaik signifikan dari -250,24% YoY.
- Efisiensi & Pengembalian (Annualized)
- Return on Assets (ROA): -0,27% ((Rp -37.027.052.883 * 12/9) / ((Rp 17.749.500.045.403 + Rp 18.242.135.521.297)/2)), menilai bahwa pemanfaatan aset belum menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): -0,71% ((Rp -37.027.052.883 * 12/9) / ((Rp 11.783.415.249.048 + Rp 2.196.233.342.174)/2)), menggambarkan imbal hasil negatif atas modal pemegang saham. Perhitungan ROE menggunakan rata-rata ekuitas mungkin kurang representatif karena lonjakan ekuitas akibat konversi utang.
- Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,51x (Rp 5.966.084.796.355 / Rp 11.783.415.249.048) , menunjukkan struktur pendanaan yang jauh lebih sehat dan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah, membaik drastis dari 7,31x pada akhir 2024 akibat restrukturisasi utang.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 21 per 21 Oktober 2025, PER tercatat negatif (-25x annualized) karena perusahaan masih membukukan rugi bersih.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 191,05 (Rp 11.783.415.249.048 / 61.675.671.883 saham), PBV perusahaan berada di level 0,11x (Rp 21 / Rp 191,05), mencerminkan valuasi pasar yang sangat rendah dibandingkan nilai buku aset bersihnya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PPRO selama kuartal III 2025 menunjukkan dampak signifikan dari restrukturisasi utang melalui proses PKPU yang berakhir pada Februari 2025. Neraca perusahaan menjadi jauh lebih sehat dengan penurunan drastis liabilitas dan lonjakan ekuitas, menghasilkan rasio solvabilitas (DER) yang sangat rendah. Likuiditas (Current Ratio) juga membaik signifikan.
Dari sisi profitabilitas, meskipun pendapatan menurun YoY , perusahaan berhasil menyempitkan rugi bersih secara signifikan, terutama berkat penurunan beban keuangan. Namun, margin kotor dan bersih masih menunjukkan tantangan operasional.
Dari sisi valuasi, saham PPRO saat ini diperdagangkan pada PBV yang sangat rendah (0,11x), mencerminkan diskon besar terhadap nilai bukunya, kemungkinan besar akibat kerugian historis dan ketidakpastian pasar pasca-restrukturisasi. Investor perlu memperhatikan keberlanjutan perbaikan kinerja operasional pasca-restrukturisasi dan kemampuan perusahaan untuk kembali mencetak laba. Potensi valuasi yang sangat rendah ini bisa menarik bagi investor dengan profil risiko tinggi dan horizon investasi jangka panjang, namun risiko terkait pemulihan profitabilitas tetap signifikan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


