Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 49,44 triliun, mengalami perubahan sebesar 1,62% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 48,65 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan menjadi Rp 14,78 triliun.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh menjadi Rp 34,66 triliun.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 17,91 triliun, meningkat sebesar 11,60% dari tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan menjadi Rp 5,09 triliun.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 12,82 triliun.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 31,53 triliun, yang mencatatkan penurunan sebesar 3,30% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 3,32 triliun, yang mengalami kenaikan tipis sebesar 0,53% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 1,12 triliun, yang mengalami penurunan sebesar 28,37% dari tahun sebelumnya.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 27,59, menunjukkan penurunan sebesar 26,09% dibandingkan dengan semester 1 2024.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 2,90 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat baik untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 2,80 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan, yang juga menunjukkan posisi likuiditas yang kuat.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 59,24%. Rasio ini menunjukkan perusahaan sangat efisien dalam menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
  • Margin Laba Bersih: 33,66%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak, yang masih tergolong sangat sehat.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA): 4,53%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 7,10%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,57. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, yang menunjukkan tingkat risiko finansial perusahaan yang rendah.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 4 Agustus 2025, yaitu Rp 1.610, PER perusahaan tercatat sebesar 29,17x, yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 2,12x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.610 dan nilai buku per saham sebesar Rp 759,59. Rasio ini mengindikasikan harga pasar sahamnya 2,12 kali dari nilai bukunya.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan PGEO pada semester pertama tahun 2025. Meskipun terjadi penurunan laba bersih dan EPS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, fundamental perusahaan tetap solid dengan rasio likuiditas dan solvabilitas yang kuat serta margin profitabilitas yang tinggi. Pertumbuhan aset yang berkelanjutan juga menunjukkan ekspansi perusahaan. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek industri panas bumi dan rencana ekspansi perusahaan, dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi.

PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here