Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 3.436.922 juta , mengalami penurunan 4,31% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 3.591.729 juta.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 28,83% menjadi Rp 280.748 juta , terutama dipengaruhi oleh penurunan pada Kas dan Setara Kas.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 3.156.174 juta , turun 1,28%, yang relatif stabil dibandingkan akhir tahun 2024.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 1.683.260 juta , turun 9,40% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 342.469 juta , menurun signifikan 39,87%, terutama disebabkan oleh penurunan Utang Bank jangka pendek.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 1.340.791 juta , dengan kenaikan 4,07%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, termasuk penambahan Utang Bank jangka panjang dan Utang Obligasi.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1.753.662 juta , naik 1,14% dibandingkan 31 Desember 2024 , didorong oleh laba bersih periode berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp 798.529 juta , turun 9,41% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 881.446 juta.
Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 58.625 juta , turun 41,72% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 100.595 juta. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha serta kenaikan beban keuangan.
Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 37 , mencerminkan penurunan 41,27% YoY dari Rp 63, sejalan dengan perubahan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 0,82x (dihitung dari Aset Lancar Rp 280.748 juta / Liabilitas Jangka Pendek Rp 342.469 juta ), menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar masih di bawah 1x.
- Quick Ratio: 0,80x (dihitung dari (Aset Lancar Rp 280.748 juta – Persediaan Rp 6.615 juta ) / Liabilitas Jangka Pendek Rp 342.469 juta ), mengindikasikan likuiditas yang ketat.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 44,89% (dihitung dari Laba Bruto Rp 358.495 juta / Pendapatan Usaha Rp 798.529 juta ), menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: 7,34% (dihitung dari Laba Bersih Induk Rp 58.625 juta / Pendapatan Usaha Rp 798.529 juta ), mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 2,22% (dihitung dari Laba Bersih 9M 2025 disetahunkan / Rata-rata Total Aset ), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 4,53% (dihitung dari Laba Bersih Induk 9M 2025 disetahunkan / Rata-rata Ekuitas Induk ), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,96x (dihitung dari Total Liabilitas Rp 1.683.260 juta / Total Ekuitas Rp 1.753.662 juta ), menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sehat, dimana ekuitas lebih besar dari utang.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 535 per 21 Oktober 2025, PER (Annualized) tercatat 10,84x (dihitung dari Harga Saham / EPS 9M 2025 Rp 37 yang disetahunkan menjadi Rp 49,33), mengindikasikan valuasi yang cukup wajar.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 1.084,08 (dihitung dari Ekuitas Induk Rp 1.734.525 juta / Jumlah Saham 1.599.999.998 ), PBV perusahaan berada di level 0,49x, mencerminkan valuasi yang sangat rendah (undervalued) dibandingkan nilai bukunya.
Kesimpulan Kinerja keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan adanya penurunan signifikan pada sisi profitabilitas (laba bersih turun 41,72% YoY ) yang didorong oleh penurunan pendapatan usaha.
Meskipun demikian, perusahaan berhasil memperbaiki struktur neracanya dengan mengurangi total liabilitas , khususnya liabilitas jangka pendek yang turun drastis 39,87%. Hal ini memperbaiki rasio solvabilitas (DER) menjadi 0,96x. Namun, investor perlu memperhatikan tingkat likuiditas yang ketat (Current Ratio 0,82x).
Dari sisi valuasi, saham PJAA saat ini diperdagangkan pada PBV 0,49x, yang sangat rendah (jauh di bawah nilai buku 1x), mengindikasikan pesimisme pasar atau potensi deep value. PER di level 10,84x tergolong wajar. Investor perlu mencermati kemampuan perusahaan untuk membalikkan tren penurunan pendapatan di kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


