Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

  • Aset Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 6.794.807 juta , mengalami penurunan 3,05% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 7.008.510 juta. Aset Lancar: Aset lancar menurun 6,28% menjadi Rp 2.112.012 juta , terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kas dan setara kas. Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 4.682.795 juta , turun 1,52%, didorong oleh penurunan nilai aset tetap.
  • Liabilitas Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 2.298.488 juta, turun 4,54% dibandingkan akhir tahun lalu. Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 620.299 juta , menurun 10,82%, terutama disebabkan oleh penurunan utang pajak penghasilan. Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 1.678.189 juta, dengan penurunan 1,99%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.
  • Ekuitas Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 4.496.319 juta , turun 2,27% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh pembelian saham tresuri dan pembagian dividen.

Laporan Laba Rugi

  • Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 4.290.870 juta , naik 0,40% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4.273.988 juta. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan dari makanan dan minuman serta digital platform, meskipun pendapatan tiket sedikit menurun.
  • Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 444.910 juta, turun 16,02% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan beban operasional dan beban keuangan neto.
  • Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 5.37 , mencerminkan penurunan 15,57% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

  • Likuiditas Current Ratio: 3,40x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar. Quick Ratio: 3,24x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
  • Profitabilitas Margin Laba Kotor: 59,59%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan. Margin Laba Bersih: 10,37%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
  • Efisiensi & Pengembalian Return on Assets (ROA): 6,55%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih (untuk periode 9 bulan). Return on Equity (ROE): 9,90%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham (untuk periode 9 bulan).
  • Solvabilitas Debt to Equity Ratio (DER): 0,51x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 115 per 12 November 2025, PER (annualized) tercatat 16,06x, mengindikasikan valuasi relatif terhadap laba bersihnya.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 52,32, PBV perusahaan berada di level 2,20x, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan CNMA selama kuartal III 2025 menunjukkan pendapatan yang relatif stabil, namun mengalami kontraksi pada profitabilitas bersih dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan pada total aset dan liabilitas mengindikasikan adanya konsolidasi neraca, sementara rasio likuiditas dan solvabilitas tetap terjaga di level yang sehat. Investor perlu memperhatikan efisiensi biaya operasional dan strategi perusahaan untuk meningkatkan laba bersih di kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here