Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightKinerja Keuangan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 503.618.186.318, mengalami penurunan 2,99% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 519.155.497.750.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 13,59% menjadi Rp 316.213.688.475, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada piutang usaha pihak ketiga.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 187.404.497.843, naik 22,32%, didorong oleh kenaikan aset tetap neto dan adanya investasi baru pada reksadana.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 188.557.031.571, turun 21,89% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 152.916.464.113, menurun 26,95%, terutama disebabkan oleh penurunan signifikan pada utang bank jangka pendek.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 35.640.567.458, dengan kenaikan 11,17%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, terutama kenaikan utang bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 315.061.154.747, naik 13,43% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh akumulasi laba bersih tahun berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 267.320.430.169, naik 26,31% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 211.633.812.793. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan dari segmen pengadaan alat berat dan penjualan suku cadang.

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 46.209.343.316, naik 36,89% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan laba bruto dan kontribusi dari penghasilan lain-lain.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp 19,01, mencerminkan kenaikan 36,96% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 2,07x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 1,06x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 35,27%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 17,29%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 12,05% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 20,79% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,60x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang yang relatif rendah.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 342 per 27 Oktober 2025, PER tercatat 13,49x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi yang perlu dibandingkan lebih lanjut terhadap sektor sejenis.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 96,94, PBV perusahaan berada di level 3,53x, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, terutama terlihat dari kenaikan signifikan pada pendapatan dan laba bersih secara YoY. Efisiensi operasional tercermin dari margin laba yang terjaga. Penurunan total liabilitas, khususnya liabilitas jangka pendek, juga memperbaiki struktur neraca perusahaan.

Pertumbuhan pendapatan dan margin yang terjaga menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan dinamika di sektor energi dan pertambangan serta kondisi makroekonomi yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya. Valuasi PBV yang relatif tinggi menunjukkan ekspektasi pasar yang cukup optimis terhadap MKAP.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments