Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Meratus Jasa Prima Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 249.091.241.080, mengalami kenaikan 19,43% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 208.478.088.120.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 101,87% menjadi Rp 117.209.799.360, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kenaikan kas dan setara kas serta piutang usaha.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 131.881.757.520, turun 12,4%, didorong oleh penurunan nilai buku aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 792.147.800.520, naik 6,16% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 788.103.117.720, meningkat 6,10%, terutama disebabkan oleh kenaikan beban masih harus dibayar.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 4.152.367.200, dengan kenaikan 18,99%, mencerminkan perubahan liabilitas imbalan pasca kerja.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar -Rp 543.056.559.440 (Defisiensi Modal), turun 1,01% dibandingkan 31 Desember 2024 (-Rp 537.643.972.800), didorong oleh akumulasi kerugian yang bertambah.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 66.036.989.520, naik 7,61% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 61.368.911.120. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan dari jasa Lift On/Lift Off dan Plugging.

Laba Bersih

Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai -Rp 5.428.963.920, berbalik rugi YoY dari periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan laba Rp 721.399.080. Perubahan ini disebabkan oleh kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 18,4% yang melampaui pertumbuhan pendapatan.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar -Rp 9,17, mencerminkan penurunan signifikan YoY dari Rp 1,67, sejalan dengan perubahan laba bersih menjadi rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,15x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,14x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 5,88%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: -8,22%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -2,91% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 1,33% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham (rasio anomali akibat ekuitas dan laba bersih yang sama-sama negatif).
  • Solvabilitas
  • Debt to Equity Ratio (DER): -1,46x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang (rasio anomali akibat defisiensi modal).

Valuasi Pasar

Price to Earnings Ratio (PER)

Berdasarkan harga penutupan saham Rp 560 per 29 Oktober 2025, PER tercatat -45,79x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi tidak dapat diaplikasikan (negatif) karena perusahaan menderita kerugian.

Price to Book Value (PBV)

Dengan nilai buku per saham sebesar -Rp 924,9, PBV perusahaan berada di level -0,61x, mencerminkan kondisi defisiensi modal (nilai aset bersih negatif).

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Meratus Jasa Prima Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan berat, terutama pada profitabilitas dan likuiditas. Meskipun pendapatan mampu tumbuh 7,61% YoY, perusahaan berbalik mencatatkan rugi bersih akibat lonjakan beban pokok pendapatan.

Kondisi likuiditas perusahaan sangat tertekan, ditandai dengan current ratio hanya 0,15x dan modal kerja negatif sebesar AS$40.203.054. Selain itu, perusahaan beroperasi dengan defisiensi modal (ekuitas negatif) sebesar -Rp 543,06 miliar.

Pihak manajemen telah mengidentifikasi adanya ketidakpastian material yang menimbulkan keraguan signifikan terhadap kelangsungan usaha. Rencana untuk mengatasi ini berfokus pada peningkatan volume pendapatan, efisiensi biaya, dan telah memperoleh surat dukungan keuangan dari pemegang saham (SKI). Investor perlu memperhatikan risiko likuiditas akut dan status defisiensi modal yang signifikan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here