Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 2,88 triliun, mengalami perubahan sebesar -2,95% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 2,96 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami penurunan sebesar 8,96% menjadi Rp 643,67 miliar. 
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar turun 1,06% menjadi Rp 2,23 triliun.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1,41 triliun, turun sebesar 0,50% dari tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar -0,82%, menjadi Rp 1,02 triliun.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 386,96 miliar, mengalami peningkatan sebesar 0,34%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 1,47 triliun, yang mencatatkan penurunan sebesar 5,18% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 1,52 triliun, yang mengalami penurunan sebesar 6,47% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama didorong oleh penurunan penjualan pada segmen minuman dan makanan.

Rugi Bersih

  • Rugi Bersih: Perusahaan mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 80,21 miliar, yang menunjukkan peningkatan kerugian sebesar 60,04% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi sebesar Rp 50,12 miliar.

Rugi Per Saham (EPS)

  • EPS: Rugi per saham perusahaan tercatat sebesar Rp (34), menunjukkan peningkatan kerugian dibandingkan dengan semester 1 2024 sebesar Rp (21).

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 0,63 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 0,49 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 69,49%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
  • Margin Laba Bersih: -5,27%. Ini menggambarkan bahwa perusahaan mengalami kerugian bersih setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA): -5,57% (tahunan). Ini menunjukkan perusahaan belum efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): -10,94% (tahunan). Rasio ini mengukur kerugian yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,96 kali. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan yang moderat.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 12 Agustus 2025, yaitu Rp 1.720, PER perusahaan tercatat sebesar -25,29x. PER negatif menunjukkan bahwa perusahaan saat ini tidak menghasilkan laba, sehingga rasio ini tidak dapat digunakan sebagai acuan valuasi.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 2,80x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.720 dan nilai buku per saham sebesar Rp 614,29. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham perusahaan adalah 2,80 kali lebih tinggi dari nilai bukunya.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Terjadi penurunan pada pendapatan dan peningkatan kerugian bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun demikian, perusahaan mempertahankan rasio solvabilitas yang cukup baik. Investor disarankan untuk selalu mempertimbangkan berbagai faktor lain, termasuk prospek industri dan strategi perusahaan ke depan, dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Stop beli saham karena FOMO. Mulai cuan dengan strategi yang masuk akal. Klik sekarang!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here