Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT LCK Global Kedaton Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 140.985.117.234, mengalami penurunan 1,71% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 143.432.986.186.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 0,90% menjadi Rp 103.239.577.287, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada piutang usaha dan uang muka proyek.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 37.745.539.947, turun 3,85%, didorong oleh penurunan nilai buku bersih aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 7.134.765.773, turun 1,65% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 7.134.765.773, menurun 1,48%, terutama disebabkan oleh penurunan utang pajak.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 0, dengan penurunan 100% dari Rp 12.550.624, mencerminkan pelunasan liabilitas imbalan kerja.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 133.850.351.461, turun 1,71% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh rugi bersih periode berjalan sebesar Rp 2.328.003.801.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 305.687.000, turun 81,03% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1.611.719.344.

Laba Bersih Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (2.328.003.801), membaik 47,63% YoY dari rugi bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp (4.445.477.753). Perbaikan ini disebabkan oleh penurunan signifikan pada beban pokok pendapatan dan beban umum & administrasi.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp (2,33), mencerminkan perbaikan 47,52% YoY dari Rp (4,44), sejalan dengan penurunan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 14,47x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 2,91x, mengindikasikan likuiditas yang sehat dengan mengecualikan uang muka dan beban dibayar di muka dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 40,94%, menunjukkan efisiensi perusahaan yang baik dalam menghasilkan laba kotor dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: -761,56%, mencerminkan kerugian operasional yang signifikan relatif terhadap pendapatan yang sangat kecil.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -2,20% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset yang masih negatif dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -2,32% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham yang masih negatif.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,05x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sangat sehat dan tingkat ketergantungan pada utang yang amat rendah.

Valuasi Pasar

Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 208 per 31 Oktober 2025, PER tercatat N/A (negatif), karena perusahaan masih mencatatkan rugi bersih.

Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 133,85, PBV perusahaan berada di level 1,55x, mencerminkan valuasi premium di atas nilai buku aset bersihnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan LCKM selama kuartal III 2025 menunjukkan neraca yang sangat kuat dengan likuiditas tinggi dan utang yang minimal. Meskipun perusahaan berhasil menekan rugi bersih secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya melalui efisiensi beban, tantangan utamanya terletak pada penurunan drastis pendapatan operasional.

Penurunan pendapatan yang tajam menjadi sinyal negatif terhadap kelangsungan bisnis intinya. Namun, investor tampaknya masih memberi valuasi premium (PBV 1,55x) terhadap aset bersih perusahaan, yang mungkin mengindikasikan kepercayaan pasar terhadap nilai aset atau potensi pemulihan di masa depan. Investor perlu memperhatikan strategi perusahaan untuk memulihkan arus pendapatan pada kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here