Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Krom Bank Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 10.674.750.187.667 , mengalami kenaikan 60,5% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 6.651.447.899.693). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh penyaluran kredit.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp 7.269.246.221.111 , naik 88,0% dari akhir tahun 2024 (Rp 3.866.032.480.415), menunjukkan ekspansi dalam penyaluran pinjaman.
- Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga tercatat Rp 1.013.782.930.306 , naik 13,3% dari akhir 2024 (Rp 894.482.007.184).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 591.524.220.199 , turun 4,7%.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 7.227.257.417.939 , naik 117,0% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 3.331.408.004.480).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp 6.970.101.864.587 , naik 120,7% dari akhir 2024 (Rp 3.158.776.148.397), menandakan pertumbuhan dana kelolaan.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 8.000.000.000 , naik (dari Rp 0 di akhir 2024).
Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 3.447.492.769.728 , naik 3,8% dari 31 Desember 2024 (Rp 3.320.039.895.213). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII) Selama sembilan bulan pertama 2025, NII mencapai Rp 1.268.717.419.898 , naik 87,1% YoY dibandingkan Rp 678.027.482.449 pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga dari kredit.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income) Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya tercatat Rp 24.741.613.937 , naik 305,1% YoY.
Beban Operasional Total beban operasional (selain bunga) mencapai Rp 225.770.482.438 , naik 69,7% YoY , terutama dipengaruhi oleh beban promosi, teknologi, serta barang dan jasa.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Pembentukan CKPN tercatat Rp 904.466.504.839 , mencerminkan antisipasi risiko kredit seiring ekspansi pinjaman.
Laba Bersih Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 126.084.893.502 , naik 17,7% YoY dari Rp 107.127.900.549.
Earnings per Share (EPS) EPS dasar tercatat Rp 34 , naik 17,2% YoY.
Rasio Keuangan Utama
Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM): 22,06% (Annualized), mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 1,94%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 4,97%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 32,55%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik).
Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: 2,64%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit.
- Non-Performing Loan (NPL) Net: 0,10%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.
Likuiditas
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 114,22%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima.
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 50,45%, menunjukkan kecukupan modal bank untuk menyerap potensi kerugian.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 3.990 per 11 November 2025, PER (annualized) tercatat 87,21x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 938,19, PBV berada di level 4,25x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Krom Bank Indonesia Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan aset yang solid, didorong oleh ekspansi kredit yang sangat agresif (naik 88,0% YtD) dan pertumbuhan DPK yang pesat (naik 120,7% YtD). Pertumbuhan NII yang kuat (naik 87,1% YoY) menjadi indikator utama, yang berhasil menopang kenaikan laba bersih sebesar 17,7% YoY meskipun beban operasional dan CKPN juga meningkat signifikan.
Kualitas aset membaik, terlihat dari penurunan NPL Gross menjadi 2,64% dari 3,12% di akhir 2024. Tingkat permodalan (CAR) masih terjaga sangat kuat di level 50,45%, memberikan ruang yang sangat besar untuk ekspansi lebih lanjut.
Dari sisi valuasi, saham BBSI saat ini diperdagangkan pada PER 87,21x dan PBV 4,25x, yang relatif premium. Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit yang tinggi dan efisiensi operasional yang baik terhadap valuasi pasar saat ini dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!