Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
- Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar $2,820,494, mengalami penurunan 2.56% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar $2,894,616.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 12.59% menjadi $560,778, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan setara kas serta kas yang dibatasi penggunaannya.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar $2,259,716, naik tipis 0.29%, didorong oleh kenaikan aset tetap.
- Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai $2,329,801, turun 5.27% dibandingkan akhir tahun lalu ($2,459,433).
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar $2,095,726, menurun 5.37%, terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun. Namun, perlu dicatat bahwa liabilitas jangka pendek jauh melebihi aset lancar.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi $234,075, dengan penurunan 4.33%, mencerminkan pembayaran sebagian kewajiban jangka panjang.
- Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar $490,693, naik 12.76% dibandingkan 31 Desember 2024 ($435,183), didorong oleh laba periode berjalan dan penghasilan komprehensif lain.
Laporan Laba Rugi
- Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai $706,083, naik 7.38% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar $657,520.
- Laba Bersih
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai $22,178, menunjukkan pemulihan signifikan (naik 111.97%) dibandingkan rugi bersih $185,224 pada periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini terutama disebabkan oleh adanya Laba atas Penyelesaian Kewajiban Dipercepat dengan Keringanan atas Utang Restrukturisasi sebesar $156,743 dan Laba Selisih Kurs sebesar $31,669, meskipun rugi operasi tercatat sebesar $37,856.
- Earnings per Share (EPS)
- EPS dasar tercatat sebesar $0.0011, berbalik positif dari rugi per saham $0.0096 pada periode yang sama tahun lalu, sejalan dengan pemulihan laba bersih.
Rasio Keuangan
- Likuiditas
- Current Ratio: 0.27x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat terbatas dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 0.17x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat lagi dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
- Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 7.52%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan sebelum beban operasi.
- Margin Laba Bersih: 3.14%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional, pajak, dan pos lainnya.
- Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 1.03%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 6.39%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
- Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 4.75x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sangat bergantung pada utang.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 342 per 28 Oktober 2025, dan EPS dasar yang disetahunkan (sekitar Rp 24.54), PER tercatat sekitar 13.94x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 423.36 (dikonversi dari $0.02536), PBV perusahaan berada di level 0.81x, mencerminkan valuasi di bawah nilai bukunya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan KRAS selama kuartal III 2025 menunjukkan adanya pemulihan laba bersih yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama didorong oleh pos non-operasional seperti laba restrukturisasi utang. Pertumbuhan pendapatan juga tercatat positif secara YoY.
Namun, investor perlu sangat memperhatikan beberapa poin krusial:
- Likuiditas Sangat Ketat: Rasio lancar dan rasio cepat yang jauh di bawah 1x menandakan tekanan likuiditas yang tinggi, dimana liabilitas jangka pendek jauh melampaui aset lancar.
- Ketergantungan pada Restrukturisasi: Laba bersih sangat ditopang oleh keuntungan dari restrukturisasi utang, sementara secara operasional perusahaan masih mencatat kerugian. Kelangsungan usaha bergantung pada keberhasilan restrukturisasi lanjutan dan dukungan kreditur.
- Leverage Tinggi: DER sebesar 4.75x menunjukkan tingkat utang yang sangat tinggi dibandingkan ekuitas.
- Risiko Operasional: Pemulihan pabrik HSM1 yang masih berjalan menjadi kunci untuk perbaikan kinerja operasional ke depan.
Meskipun PBV menunjukkan valuasi di bawah nilai buku, risiko likuiditas, operasional, dan ketergantungan pada restrukturisasi utang menjadi faktor krusial yang perlu dipertimbangkan secara mendalam oleh investor. Kemampuan perusahaan untuk melaksanakan rencana perbaikan keuangan dan operasional akan sangat menentukan prospeknya di kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!