Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 14,44 triliun, mengalami perubahan sebesar 3,04% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 14,02 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan sebesar 4,66% menjadi Rp 11,05 triliun. Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada pos Kas dan setara kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar turun 1,93% menjadi Rp 3,39 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan pada pos Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya – Jangka panjang.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 6,57 triliun, meningkat sebesar 1,44% dari akhir tahun 2024.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar 15,45%, menjadi Rp 1,71 triliun. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh berkurangnya porsi jangka pendek dari pinjaman bank.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 4,87 triliun, mengalami peningkatan sebesar 9,08%, yang sebagian besar berasal dari kenaikan pinjaman bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 7,87 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 4,41% dibandingkan akhir tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh laba bersih yang dihasilkan selama periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 2,73 triliun, yang mengalami kenaikan sebesar 14,43% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan dari segmen Tanah Matang dan Pembangkit Tenaga Listrik.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 310,65 miliar, yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 523,51% dari Rp 49,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan laba bruto dan penurunan signifikan pada pos beban lain-lain.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 15,13, menunjukkan kenaikan sebesar 522,63% dibandingkan dengan Rp 2,43 pada semester 1 2024.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 6,48 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 5,65 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan, yang juga berada pada level yang sangat sehat.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 40,95%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
  • Margin Laba Bersih: 11,39%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA) (Annualized): 4,30%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE) (Annualized): 7,90%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,83. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, yang menunjukkan tingkat risiko finansial yang terkendali.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 6 Agustus 2025, yaitu Rp 206, dan EPS yang disetahunkan (Rp 15,13 x 2 = Rp 30,26), PER perusahaan tercatat sebesar 6,81x. Ini menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,69x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 206 dan nilai buku per saham sebesar Rp 297,21 (Rp 6.111.368 juta / 20.562.388.369 saham). Rasio dibawah 1 ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham saat ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. KIJA menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang solid dan lonjakan laba bersih yang sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Posisi likuiditas perusahaan sangat kuat, dan tingkat utang terhadap modal berada pada level yang sehat. Dari sisi valuasi, saham KIJA diperdagangkan pada PER yang relatif rendah dan PBV di bawah nilai bukunya, yang dapat menarik bagi investor nilai. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek industri dan kondisi ekonomi makro, dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Stop beli saham karena FOMO. Mulai cuan dengan strategi yang masuk akal. Klik sekarang!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here