Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightKinerja Keuangan PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 1,71 triliun, mengalami kenaikan 3,73% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1,65 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 8,92% menjadi Rp 1,02 triliun, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kenaikan pajak dibayar di muka dan kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 688,91 miliar, turun 3,13%, didorong oleh penurunan nilai aset hak-guna (right-of-use assets).

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 386,81 miliar, naik 7,19% dibandingkan akhir tahun lalu (Rp 360,87 miliar).
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 386,81 miliar, meningkat 9,23%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang pajak dan beban akrual.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 0, dengan penurunan 100%, mencerminkan pelunasan liabilitas sewa jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1,32 triliun, naik 2,76% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan laba ditahan (saldo laba).

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 1,09 triliun, naik 15,50% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 946,62 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan Jasa Pelayanan Kapal, khususnya jasa penundaan dan pemanduan.

Laba Bersih

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 140,67 miliar, naik 16,16% YoY dari periode yang sama tahun lalu (Rp 121,10 miliar). Perubahan ini disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat yang melampaui kenaikan beban pokok pendapatan.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp 26,66, mencerminkan kenaikan 16,16% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih dan jumlah saham beredar.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 2,64x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 2,59x, mengindikasikan likuiditas yang tetap solid bahkan dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 24,61%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 12,87%, mencerminkan tingkat profitabilitas bersih yang sehat setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 11,16% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 14,35% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil yang baik atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,29x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sangat sehat dan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 312 per 27 Oktober 2025, PER tercatat 8,78x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi yang relatif menarik.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 251,02, PBV perusahaan berada di level 1,24x, mencerminkan valuasi yang wajar di atas nilai bukunya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Jasa Armada Indonesia Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, didukung oleh kenaikan pendapatan dan laba bersih yang solid.Pertumbuhan pendapatan dan margin yang terjaga menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan. Posisi neraca juga sangat kuat, ditandai dengan likuiditas tinggi dan leverage yang sangat rendah. Namun, investor perlu memperhatikan kenaikan beban pokok pendapatan, terutama dari pos kerjasama mitra usaha dan bahan bakar, yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments