Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 6,40 triliun, mengalami penurunan sebesar 0,87% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 6,46 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan sebesar 2,11% menjadi Rp 2,18 triliun.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar turun 2,34% menjadi Rp 4,22 triliun.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 3,42 triliun, turun sebesar 3,04% dari tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami kenaikan sebesar 4,95%, menjadi Rp 1,10 triliun.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 2,33 triliun, mengalami penurunan sebesar 6,40%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 2,98 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 1,75% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 1,12 triliun, yang mengalami kenaikan sebesar 4,95% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dan pendapatan sewa.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 124,18 miliar, yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 493,86% dari tahun sebelumnya.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 54, menunjukkan kenaikan sebesar 500,00% dibandingkan dengan semester 1 2024.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 1,99 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 1,98 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 68,07%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
  • Margin Laba Bersih: 11,07%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA): 3,88% (disetahunkan). Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 8,34% (disetahunkan). Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,15. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 11 Agustus 2025, yaitu Rp 4.140, PER perusahaan tercatat sebesar 38,33x (disetahunkan), yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 3,22x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 4.140 dan nilai buku per saham sebesar Rp 1.284,29. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan JSPT pada semester pertama tahun 2025. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan laba bersih dan EPS yang sangat signifikan, meskipun total aset dan liabilitas mengalami sedikit penurunan. Rasio keuangan menunjukkan likuiditas yang sehat, profitabilitas yang meningkat, dan tingkat utang yang terkendali. Valuasi PER dan PBV menunjukkan bahwa saham dihargai pada kelipatan yang cukup tinggi, yang mungkin mencerminkan ekspektasi pertumbuhan investor di masa depan. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here