Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 155.505.187.520 , mengalami kenaikan 1,23% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 153.622.905.312.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 9,00% menjadi Rp 42.906.489.495 , terutama dipengaruhi oleh munculnya Piutang Lain-lain , meskipun terjadi penurunan signifikan pada Kas dan setara kas (turun 96,16% dari akhir 2024).
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 112.598.698.025 , turun 1,45%, didorong oleh penurunan Piutang Pihak yang Berelasi.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 654.337.331.054 (dihitung dari total liabilitas jangka pendek dan tidak lancar) , naik 0,40% dibandingkan akhir tahun lalu (Rp 651.740.283.800).
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 15.030.126.353 , meningkat 20,89%, terutama disebabkan oleh kenaikan Pendapatan diterima di muka.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 639.307.204.701 , dengan tidak ada perubahan (0,00%), mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat defisiensi modal (ekuitas negatif) sebesar Rp (498.832.143.534). Defisit ini bertambah 0,14% dibandingkan 31 Desember 2024 (Rp 498.117.378.488) , didorong oleh rugi bersih tahun berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan (Pendapatan Penjualan – Bersih) mencapai Rp 0 , tidak berubah (0,00%) YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 0. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh (Tidak ada penjualan operasional yang tercatat). Perusahaan telah menghentikan produksi dan mengandalkan pendapatan sewa.

Laba Bersih

Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (714.765.046) , menurun 71,71% YoY dari rugi bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp (2.526.360.378). Perbaikan (penurunan rugi) ini disebabkan oleh penurunan Beban umum dan administrasi dan peningkatan Rupa-rupa hasil (sewa).

Earnings per Share (EPS)

EPS (Rugi per Saham) tercatat sebesar Rp (4,77) , mencerminkan perbaikan (rugi menurun) 71,68% YoY dari Rp (16,84), sejalan dengan perubahan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 2,85x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 2,50x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 0,00%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan (karena tidak ada penjualan).
  • Margin Laba Bersih: N/A (Tidak Dapat Dihitung), mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak (karena tidak ada pendapatan penjualan).

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -0,46%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): Tidak Relevan (Ekuitas Negatif), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): Tidak Relevan (Ekuitas Negatif), menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 60 per 28 Oktober 2025, PER tercatat Negatif (N/A) (karena EPS negatif, Rp (4,77)), mengindikasikan perusahaan masih merugi.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (defisiensi) sebesar Rp (3.325,55) (dihitung dari Ekuitas dibagi 150.000.000 saham ), PBV perusahaan berada di level Negatif (N/A) (karena nilai buku negatif), mencerminkan kondisi defisiensi modal perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan upaya bertahan hidup di tengah penghentian produksi , meskipun terdapat tantangan kelangsungan usaha (going concern) akibat defisiensi modal yang signifikan.Perbaikan rugi bersih (didorong pendapatan sewa dan efisiensi beban administrasi ) menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan status penghentian produksi , defisiensi modal yang masif , dan ketergantungan penuh pada pendapatan non-operasional (sewa) yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here