Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 4,35 triliun , mengalami perubahan sebesar -1,65% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 4,42 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami turun sebesar 14,64% menjadi Rp 564,52 miliar.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 0,63% menjadi Rp 3,78 triliun , didorong oleh peningkatan aset tetap neto.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 2,01 triliun , turun sebesar 10,50% dari tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar -11,17%, menjadi Rp 1,51 triliun.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 502,52 miliar , mengalami penurunan sebesar 8,42%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 2,33 triliun , yang mencatatkan peningkatan sebesar 7,53% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 415,87 miliar , yang mengalami penurunan sebesar 3,25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya , didorong oleh penurunan pendapatan dari sewa peralatan jaringan dan bandwidth.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 163,24 miliar. Kinerja ini membaik secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi sebesar Rp 2,02 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh penurunan signifikan pada beban pokok pendapatan dan perbaikan pada pos pendapatan (beban) lain-lain.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 121 , menunjukkan pemulihan signifikan dibandingkan dengan rugi per saham sebesar Rp 1.495 pada semester 1 2024.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 0,37 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 0,37 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 69,99%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
  • Margin Laba Bersih: 39,25%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA): 7,51% (disetahunkan). Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 14,00% (disetahunkan). Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,86. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 2 September 2025, yaitu Rp 7.350, PER perusahaan (disetahunkan) tercatat sebesar 30,37x, yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 4,26x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 7.350 dan nilai buku per saham sebesar Rp 1.726. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Meskipun terjadi sedikit penurunan pendapatan, perusahaan berhasil melakukan efisiensi besar-besaran yang membalikkan kerugian besar pada tahun sebelumnya menjadi laba yang signifikan. Rasio profitabilitas dan efisiensi menunjukkan perbaikan yang kuat. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek industri dan kondisi ekonomi makro, dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here