Pada kuartal ketiga tahun 2025, INPP mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 10,10 triliun, mengalami kenaikan 4,00% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 9,71 triliun.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 18,16% menjadi Rp 1,79 triliun, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada peningkatan signifikan kas dan setara kas.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 8,32 triliun, naik 1,39%, didorong oleh kenaikan pada properti investasi.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 3,39 triliun, turun 0,81% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 648,19 miliar, menurun 16,74%, terutama disebabkan oleh penurunan utang bank jangka pendek yang jatuh tempo dalam satu tahun.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 2,74 triliun, dengan kenaikan 3,89%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, termasuk adanya utang obligasi baru.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 6,71 triliun, naik 6,62% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 1,32 triliun, naik 49,77% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 878,07 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh lonjakan signifikan dari segmen penjualan properti.
Laba Bersih
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 393,84 miliar, naik 39,84% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini salah satunya disebabkan oleh adanya laba penjualan investasi saham.
Earnings per Share (EPS)
EPS tercatat sebesar Rp 35,22, mencerminkan kenaikan 39,82% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 2,76x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 1,57x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 58,22%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: 29,95%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): 5,30%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih (disetahunkan).
- Return on Equity (ROE): 8,07%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham (disetahunkan).
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,51x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 670 per 14 November 2025, PER tercatat 14,27x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi pasar saat ini.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 526, PBV perusahaan berada di level 1,27x, mencerminkan valuasi pasar terhadap nilai ekuitasnya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan INPP selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, terutama didorong oleh lonjakan pendapatan dari penjualan properti dan didukung oleh laba dari divestasi investasi saham.
Pertumbuhan pendapatan dan margin yang terjaga menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan struktur pendanaan perusahaan, terutama terkait penambahan utang obligasi baru dan beban keuangan terkait, yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


