Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Indonesia Prima Property Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 4.033.958.102.718, mengalami kenaikan 0,31% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 4.021.673.449.530.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 4,49% menjadi Rp 65.028.032.193, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan setara kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 3.968.930.070.525, naik 0,39%, didorong oleh kenaikan persediaan aset real estat dan piutang lain-lain dari pihak berelasi.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 658.725.005.105, naik 18,88% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 584.009.594.043, meningkat 24,75%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain kepada pihak berelasi.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 74.715.411.062, dengan penurunan 13,09%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 3.375.233.097.613, turun 2,66% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh rugi tahun berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 30.240.323.089, turun 36,61% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 47.709.616.499. Penurunan ini terutama ditopang oleh penurunan pendapatan jasa dan pendapatan kamar hotel.

Laba Bersih Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai (Rp 92.776.649.483), membaik 3,98% YoY dari rugi periode yang sama tahun lalu sebesar (Rp 96.623.820.560). Perbaikan ini disebabkan oleh penurunan pada beban umum dan administrasi serta beban keuangan.

Earnings per Share (EPS) EPS (Rugi per Saham Dasar) tercatat sebesar (Rp 31,50), mencerminkan perbaikan 3,99% YoY, sejalan dengan penurunan rugi bersih dan jumlah saham beredar yang stabil.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,11x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,10x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 26,59%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: -306,79%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -3,07% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -3,67% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,20x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 472 per 29 Oktober 2025, PER tercatat -11,24x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi yang mencerminkan kerugian perusahaan.

Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 1.146,01, PBV perusahaan berada di level 0,41x, mencerminkan valuasi pasar di bawah nilai ekuitas perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Indonesia Prima Property Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan penurunan pendapatan yang signifikan, meskipun terdapat sedikit perbaikan pada rugi bersih yang didorong oleh efisiensi biaya. Penurunan pendapatan yang tajam menjadi sinyal negatif terhadap operasional bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan rasio likuiditas yang sangat ketat (Current Ratio 0,11x) dan peningkatan signifikan pada liabilitas jangka pendek yang berasal dari pihak berelasi, yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here