Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini. Berikut adalah analisis terperinci berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 70,19 triliun, mengalami kenaikan sebesar 3,78% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 67,64 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan sebesar 4,10% menjadi Rp 28,41 triliun.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 3,56% menjadi Rp 41,79 triliun.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 54,23 triliun, meningkat sebesar 5,08% dari akhir tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami kenaikan sebesar 9,92%, menjadi Rp 30,14 triliun.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 24,09 triliun, mengalami penurunan sebesar 0,41%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 15,96 triliun, yang mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,41% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 14,76 triliun, yang mengalami kenaikan sebesar 2,54% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 43,16 miliar, yang mengalami kenaikan sebesar 9,37% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 10,80, menunjukkan kenaikan sebesar 9,31% dibandingkan dengan semester 1 2024.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 0,94 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 0,72 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 20,95%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
  • Margin Laba Bersih: 0,29%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA): 0,13%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 0,54%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 3,40. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 12 Agustus 2025, yaitu Rp 1060, PER perusahaan tercatat sebesar 49,07x, yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,27x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 1060 dan nilai buku per saham sebesar Rp 3.995,68. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham lebih rendah dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk pada semester pertama tahun 2025. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif. Namun, rasio likuiditas yang berada di bawah 1 dan DER yang tinggi perlu menjadi perhatian. Dari sisi valuasi, saham IMAS diperdagangkan di bawah nilai bukunya, yang bisa menjadi indikasi undervalued. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek industri dan kondisi makroekonomi, dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Stop beli saham karena FOMO. Mulai cuan dengan strategi yang masuk akal. Klik sekarang!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here