Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Indo Komoditi Korpora Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 425.376.747.671, mengalami penurunan 2,81% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 437.702.018.879.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 2,84% menjadi Rp 257.930.151.504, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada penurunan piutang usaha dan uang muka.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 167.446.596.167, turun 2,77%, didorong oleh penurunan nilai aset tetap neto dan piutang lain-lain.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 275.622.352.736, turun 4,65% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 266.198.687.471, menurun 4,81%, terutama disebabkan oleh penurunan pada akrual dan reklasifikasi utang bank jangka panjang yang jatuh tempo.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 9.423.665.265, dengan tidak ada perubahan dibandingkan akhir tahun 2024.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 149.754.394.935, naik 0,76% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh total penghasilan komprehensif tahun berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 106.514.122.118, turun 33,45% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 160.040.538.709. Penurunan ini terutama ditopang oleh penurunan signifikan penjualan SIR 20.

Laba Bersih

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1.110.893.617, turun 65,90% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan tajam pada laba bruto akibat penurunan pendapatan.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp 0,77, mencerminkan penurunan 65,93% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,97x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,64x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 21,23%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 1,04%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 0,26%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 0,74%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,84x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 48 per 31 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 46,78x, mengindikasikan valuasi premium.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 104,11, PBV perusahaan berada di level 0,46x, mencerminkan valuasi saham yang berada di bawah nilai buku ekuitasnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan INCF selama kuartal III 2025 menunjukkan tekanan signifikan pada pendapatan, meskipun terdapat upaya pengelolaan liabilitas yang terlihat dari penurunan total utang.

Penurunan pendapatan yang tajam menjadi sinyal negatif terhadap operasional perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan kemampuan perusahaan dalam mengelola likuiditas yang ketat (Current Ratio 0,97x) dan tingkat utang yang relatif tinggi (DER 1,84x) yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya. Valuasi PBV yang rendah (0,46x) mencerminkan sentimen pasar yang menilai perusahaan di bawah nilai bukunya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here