Pada semester pertama tahun 2025 (periode enam bulan yang berakhir 30 September 2025), PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 September 2025 tercatat sebesar Rp 7.535,48 miliar ($451,74 juta) mengalami perubahan sebesar -1,14% (penurunan) dibandingkan dengan posisi pada 31 Maret 2025 yang sebesar Rp 7.623,39 miliar ($456,96 juta).
- Aset Lancar: Aset lancar mengalami penurunan sebesar 0,12% menjadi Rp 6.583,67 miliar ($394,62 juta).
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar turun 7,67% menjadi Rp 952,70 miliar ($57,11 juta) didorong oleh penurunan pada Aset Tetap Neto.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 4.831,49 miliar ($289,62 juta) meningkat sebesar 1,30% dari posisi 31 Maret 2025.
- Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar 1,45% (peningkatan), menjadi Rp 4.535,31 miliar ($271,85 juta).
- Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 296,52 miliar ($17,77 juta) mengalami penurunan sebesar 0,97%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 2.704,18 miliar ($162,11 juta) yang mencatatkan penurunan sebesar 5,23% dibandingkan akhir Maret 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembagian dividen kas ($21,74 juta) yang lebih besar dari laba tahun berjalan ($12,79 juta).
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 4.419,89 miliar ($264,96 juta) yang mengalami kenaikan sebesar 15,72% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya ($228,96 juta). Kenaikan ini didorong oleh peningkatan penjualan alat berat kepada pihak ketiga.
Laba Bersih
- Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 213,46 miliar ($12,79 juta) yang mengalami kenaikan sebesar 16,14% dari tahun sebelumnya ($11,02 juta). Kenaikan ini didorong oleh peningkatan laba usaha (seiring turunnya beban lainnya).
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Laba per saham perusahaan (periode 6 bulan) tercatat sebesar Rp 254,16 ($0,015) menunjukkan kenaikan sebesar 15,38% dibandingkan dengan semester 1 2024 (Rp 218,74 atau $0,013).
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
- Current Ratio: = 1,45 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
(Perhitungan: $394,62 juta / $271,85 juta - Quick Ratio: = 0,60 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.
(Perhitungan: ($394,62 juta – $232,22 juta / $271,85 juta
Rasio Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: = 19,59%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
(Perhitungan: $51,91 juta / $264,96 juta - Margin Laba Bersih: = 4,83%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.
(Perhitungan: $12,79 juta / $264,96 juta
Rasio Efisiensi (Disetahunkan/Annualized)
- Return on Assets (ROA): = 5,66%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
(Perhitungan: ($12,79 juta * 2) / $451,74 juta - Return on Equity (ROE): = 15,78%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
(Perhitungan: ($12,79 juta * 2) / $162,11 juta
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): = 1,79 (atau 179%). Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.
(Perhitungan: $289,62 juta / $162,11 juta
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 4 November 2025, yaitu Rp 4.670, PER perusahaan (disetahunkan) tercatat sebesar 9,19x. Angka ini menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan. (Perhitungan: EPS disetahunkan = Rp 254,16 * 2 = Rp 508,32. PER = 4.670 / 508,32)
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 September 2025 adalah 1,45x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 4.670 dan nilai buku per saham (BVPS) sebesar Rp 3.220,12 ($0,193). Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.
(Perhitungan: BVPS = $162,11 juta / 840 juta saham = $0,193. $0,193 * 16.680,7 = Rp 3.220,12. PBV = 4.670 / 3.220,12)
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Kinerja perusahaan tetap solid dengan pertumbuhan pendapatan (naik 15,72% YoY) dan laba bersih (naik 16,14% YoY). Meskipun ekuitas menurun akibat pembagian dividen yang signifikan, rasio profitabilitas seperti ROE (tahunan) tetap kuat di 15,78%. Valuasi perusahaan (PER 9,19x dan PBV 1,45x) mencerminkan kondisi per 4 November 2025 berdasarkan data keuangan H1 2025. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!