Pada semester pertama tahun 2025, PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini. Analisis ini menggunakan harga penutupan saham pada 8 Agustus 2025 sebesar Rp 850 per lembar.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 51,30 triliun, mengalami kenaikan 22,74% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 41,80 triliun.
- Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan sebesar 25,97% menjadi Rp 11,86 triliun.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 21,80% menjadi Rp 39,43 triliun, didorong oleh peningkatan pada pos Aset Tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 21,78 triliun, meningkat sebesar 69,44% dari akhir tahun 2024.
- Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar 9,40%, menjadi Rp 4,57 triliun.
- Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 17,21 triliun, mengalami peningkatan signifikan sebesar 120,29%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 29,52 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 2,00% dibandingkan akhir tahun 2024.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 10,47 triliun, yang mengalami kenaikan sebesar 8,14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.
Laba Bersih
- Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 483,11 miliar, yang mengalami penurunan sebesar 20,35% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh peningkatan beban pokok pendapatan dan beban langsung.
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 36,52, menunjukkan penurunan sebesar 19,93% dibandingkan dengan semester 1 2024.
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
- Current Ratio: Current Ratio HRUM adalah 2,60 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat baik untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
- Quick Ratio: Quick Ratio HRUM sebesar 2,22 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan, yang juga menunjukkan posisi likuiditas yang kuat.
Rasio Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: Margin Laba Kotor HRUM adalah 17,94%. Rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
- Margin Laba Bersih: Margin Laba Bersih HRUM sebesar 4,61%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.
Rasio Efisiensi
- Return on Assets (ROA): ROA HRUM (disetahunkan) adalah 1,88%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): ROE HRUM (disetahunkan) sebesar 3,27%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): DER HRUM adalah 0,74. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan yang tergolong sehat.
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 8 Agustus 2025, yaitu Rp 850, dan EPS yang disetahunkan, PER perusahaan tercatat sebesar 11,64x, yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,38x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 850 dan nilai buku per saham sebesar Rp 2.239,97. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham HRUM berada di bawah nilai buku perusahaan.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Walaupun ada penurunan laba bersih, kinerja perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang solid dan struktur neraca yang kuat. Valuasi saham yang berada di bawah nilai buku (PBV < 1) bisa menjadi sinyal menarik bagi investor. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


