Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 47.916.310 juta, mengalami penurunan 11,74% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 54.290.706 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 12,12% menjadi Rp 33.847.697 juta, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada penurunan persediaan dan peningkatan kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 14.068.613 juta, turun 10,80%, didorong oleh penurunan aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 21.619.712 juta, turun 16,63% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 19.026.381 juta, menurun 19,62%, terutama disebabkan oleh penurunan utang cukai.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 2.593.331 juta, dengan kenaikan 14,53%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 26.296.598 juta, turun 7,26% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh pembayaran dividen yang lebih besar dari laba periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 83.742.922 juta, turun 5,34% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 88.468.081 juta. Penurunan ini terutama ditopang oleh penurunan penjualan sigaret kretek mesin dan sigaret putih mesin.

Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 4.511.121 juta, turun 13,65% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan margin kotor yang tergerus oleh beban pajak penghasilan yang lebih tinggi.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 39, mencerminkan penurunan 13,33% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,78x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,82x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 18,40%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 5,39%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 11,77%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih (disetahunkan).
  • Return on Equity (ROE): 22,01%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham (disetahunkan).

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,82x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 820 per 29 Okt 2025, PER tercatat 15,77x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi premium terhadap sektor sejenis.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 226,08, PBV perusahaan berada di level 3,63x, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan HMSP selama kuartal III 2025 menunjukkan adanya kontraksi pendapatan dan laba bersih. Meskipun pendapatan menurun, perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan margin laba kotor, menandakan adanya efisiensi pada beban pokok penjualan. Penurunan laba bersih terutama dipengaruhi oleh peningkatan beban pajak penghasilan. Namun, investor perlu memperhatikan penurunan volume penjualan di segmen kretek mesin dan efektivitas perusahaan dalam mengelola beban operasional di kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here