Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 7,68 triliun, mengalami penurunan 2,42% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 7,87 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 11,35% menjadi Rp 1,72 triliun, terutama dipengaruhi oleh penurunan signifikan pada kas dan setara kas (dari Rp 400,9 miliar menjadi Rp 169,9 miliar) dan piutang usaha.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 5,96 triliun, naik tipis 0,50%, didorong oleh kenaikan nilai investasi pada entitas asosiasi.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 418,95 miliar, turun signifikan 40,84% dibandingkan akhir tahun lalu (Rp 708,18 miliar).
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 119,81 miliar, menurun 45,40%, terutama disebabkan oleh berkurangnya utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 299,14 miliar, dengan penurunan 38,80%, mencerminkan pelunasan utang bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 7,26 triliun, naik 1,38% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba yang tidak ditentukan penggunaannya.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp 48,92 miliar, turun 1,47% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 49,65 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh sedikit menurunnya pendapatan hotel.

Laba Bersih

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 96,49 miliar, relatif stabil (turun tipis 0,35% YoY) dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 96,83 miliar. Perlu dicatat bahwa laba bersih ini bukan berasal dari pendapatan usaha, melainkan ditopang sepenuhnya oleh bagian laba bersih dari entitas asosiasi yang mencapai Rp 147,15 miliar.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp 12,37, mencerminkan penurunan 0,32% YoY dari Rp 12,41, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 14,34x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 2,20x, mengindikasikan likuiditas yang tetap kuat bahkan setelah mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 56,29%, menunjukkan efisiensi perusahaan yang baik dalam menghasilkan laba dari penjualan usahanya.
  • Margin Laba Bersih: 197,22%, angka yang sangat tinggi ini mencerminkan bahwa total laba bersih (yang didorong pendapatan entitas asosiasi) jauh melampaui pendapatan usaha operasional perusahaan.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 1,65% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 1,78% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,058x (atau 5,8%), menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sangat sehat dengan tingkat ketergantungan pada utang yang amat rendah.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 140 per 27 Oktober 2025, PER (disetahunkan) tercatat 8,49x, mengindikasikan valuasi yang relatif murah (undervalued).
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 930,70, PBV perusahaan berada di level 0,15x, mencerminkan valuasi yang sangat rendah, diperdagangkan jauh di bawah nilai ekuitasnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan GWSA selama kuartal III 2025 menunjukkan stabilitas pada bottom line (laba bersih) dan neraca yang semakin sehat. Perusahaan berhasil melakukan deleveraging besar-besaran dengan mengurangi utang bank secara signifikan, yang tercermin pada rasio DER yang sangat rendah.

Namun, pendapatan usaha inti dari hotel dan sewa mengalami sedikit penurunan dan sangat kecil dibandingkan skala aset perusahaan. Profitabilitas perusahaan hampir sepenuhnya bergantung pada kinerja entitas asosiasinya (pengelola mal seperti Senayan City, Kuningan City, dan Emporium Pluit Mall).

Dari sisi valuasi, saham GWSA diperdagangkan pada PER yang rendah dan PBV yang sangat rendah (0,15x), menunjukkan diskon yang dalam terhadap nilai bukunya. Investor perlu memperhatikan ketergantungan tinggi pada pendapatan non-operasional dari entitas asosiasi versus kinerja operasional inti perusahaan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here