Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 1.385.831.428 (dalam ribuan), mengalami penurunan 2,91% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.427.439.424 (dalam ribuan).
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 67,07% menjadi Rp 40.832.734 (dalam ribuan), terutama dipengaruhi oleh perubahan pada penurunan signifikan kas dan bank dari Rp 90,29 miliar menjadi Rp 6,81 miliar.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 1.344.998.694 (dalam ribuan), naik 3,19%, didorong oleh kenaikan nilai buku aset tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 584.856.153 (dalam ribuan), naik 0,73% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 253.179.108 (dalam ribuan), menurun 39,45%, terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman bank bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 331.677.045 (dalam ribuan), dengan kenaikan 104,12%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, terutama dari kenaikan pinjaman bank jangka panjang.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 800.975.275 (dalam ribuan), turun 5,41% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh pembayaran dividen kas sebesar Rp 99.000.000 (dalam ribuan) selama periode berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 159.748.530 (dalam ribuan), turun 0,79% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 161.026.135 (dalam ribuan). Penurunan tipis ini terjadi di tengah pergeseran komposisi pelanggan, terutama terkait merger PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk menjadi PT XLSmart Tbk.
Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 58.117.883 (dalam ribuan), naik 1,10% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 57.485.403 (dalam ribuan). Perubahan ini disebabkan oleh penurunan beban keuangan liabilitas sewa.
Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 105,67 (dihitung dari laba bersih Rp 58.117.883.000 dan 550.000.000 saham), mencerminkan kenaikan 1,10% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 0,16x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 0,16x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 72,82%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: 36,38%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): 5,59% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): 9,67% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,73x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.
Valuasi Pasar
Price to Earnings Ratio (PER) Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.680 per 29 Oktober 2025, PER tercatat 11,92x (menggunakan EPS disetahunkan sebesar Rp 140,89), mengindikasikan valuasi yang cukup wajar terhadap sektor sejenis.
Price to Book Value (PBV) Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 1.456,32, PBV perusahaan berada di level 1,15x, mencerminkan valuasi yang tidak jauh dari nilai bukunya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan GHON selama kuartal III 2025 menunjukkan stabilitas, dengan laba bersih yang tumbuh tipis meskipun pendapatan sedikit terkoreksi. Pertumbuhan pendapatan dan margin yang terjaga menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan.Namun, investor perlu memperhatikan posisi likuiditas yang sangat ketat, terlihat dari current ratio yang rendah dan penurunan drastis pada kas. Penurunan kas ini terutama disebabkan oleh pembayaran dividen yang signifikan dan belanja modal untuk aset tetap yang melampaui arus kas operasi. Perusahaan juga melakukan restrukturisasi utang, mengubah porsi utang jangka pendek menjadi jangka panjang.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!