Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 1,10 triliun , mengalami perubahan sebesar
    penurunan 7,81% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 1,19 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami turun sebesar 11,50% menjadi Rp 646,97 miliar.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar turun 1,99% menjadi Rp 454,55 miliar.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 662,90 miliar ,
    turun sebesar 13,81% dari tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar penurunan 18,95%, menjadi Rp 533,51 miliar.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 129,39 miliar, mengalami peningkatan sebesar 16,78%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 438,62 miliar , yang mencatatkan
    peningkatan sebesar 3,01% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 734,46 miliar, yang mengalami kenaikan sebesar 9,35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya , didorong oleh peningkatan pada segmen Interior, furnitur, mekanis dan listrik serta segmen Distribusi dan perdagangan.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 13,92 miliar, yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 252,41% dari tahun sebelumnya didorong oleh peningkatan laba bruto dan pendapatan lain-lain.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 8,70, menunjukkan kenaikan sebesar 252,23% dibandingkan dengan semester 1 2024.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 1,21 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 0,85 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 24,86%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
  • Margin Laba Bersih: 1,89%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA): 2,53% (disetahunkan). Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 6,35% (disetahunkan). Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,51 kali. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 12 September 2025, yaitu Rp 119, PER perusahaan tercatat sebesar 6,84x (disetahunkan), yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,43x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 119 dan nilai buku per saham sebesar Rp 274,14. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar saham berada di bawah nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. GEMA menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang solid dan lonjakan laba bersih yang sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun total aset dan liabilitas mengalami penurunan, perusahaan berhasil meningkatkan ekuitasnya. Dari sisi valuasi, dengan PER yang relatif rendah dan PBV di bawah 1, saham GEMA tampak undervalued. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek industri dan kondisi ekonomi makro, dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments