Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) Tahun Penuh 2025

Kinerja Keuangan PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) Tahun Penuh 2025

Sepanjang tahun 2025, PT Fajar Surya Wisesa Tbk mencatatkan kinerja yang mencerminkan upaya restrukturisasi struktur permodalan yang signifikan di tengah tantangan profitabilitas. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan berdasarkan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2025.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp 12.229.637 juta, mengalami penurunan 3,41% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 12.661.571 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 2,40% menjadi Rp 2.892.878 juta, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada persediaan sebesar 12% menjadi Rp 1.069.202 juta, meskipun terdapat kenaikan pada kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 9.336.759 juta, turun 3,72%, didorong oleh beban penyusutan aset tetap dan penurunan aset pajak tangguhan yang signifikan.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp 6.490.782 juta, turun tajam 30,51% dibandingkan akhir tahun lalu sebesar Rp 9.340.313 juta.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 3.678.129 juta, menurun 48,47%, terutama disebabkan oleh pelunasan utang bank jangka pendek yang signifikan (dari Rp 5,03 triliun menjadi Rp 1,36 triliun) menggunakan dana hasil rights issue.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 2.812.653 juta, dengan kenaikan 27,74%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan dengan peningkatan porsi pinjaman bank jangka panjang.

Ekuitas

Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 5.738.855 juta, naik 72,79% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh aksi korporasi (Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/PMHMETD) yang meningkatkan tambahan modal disetor secara substansial.


Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama tahun 2025, pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp 8.102.378 juta, naik 5,25% YoY dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar Rp 7.698.331 juta. Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja penjualan di tengah perbaikan margin kotor.

Laba Bersih Perusahaan mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1.135.954 juta, naik (memburuk) 2,78% YoY dari rugi sebesar Rp 1.105.194 juta pada tahun lalu. Meskipun rugi bruto berhasil ditekan secara signifikan dari Rp 414 miliar menjadi Rp 71 miliar, peningkatan rugi bersih disebabkan oleh beban pajak penghasilan sebesar Rp 169 miliar (berbanding manfaat pajak pada tahun sebelumnya).

Earnings per Share (EPS) 

EPS tercatat sebesar Rp -400,21, mencerminkan perbaikan dibandingkan rugi per saham tahun sebelumnya sebesar Rp -446,02, sejalan dengan peningkatan jumlah saham beredar akibat rights issue.


Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,79x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar masih di bawah level 1x, namun membaik dari struktur utang sebelumnya.
  • Quick Ratio: 0,50x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: -0,88%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan masih negatif namun membaik signifikan dibanding tahun lalu (-5,38%).
  • Margin Laba Bersih: -14,02%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang masih tertekan setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -9,29%, menilai efektivitas pemanfaatan aset yang masih menghasilkan kerugian bersih.
  • Return on Equity (ROE): -19,79%, menggambarkan imbal hasil negatif atas modal pemegang saham yang telah meningkat.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,13x, menunjukkan perbaikan struktur pendanaan perusahaan dengan tingkat ketergantungan pada utang yang menurun drastis dari 2,81x pada tahun sebelumnya berkat suntikan modal baru.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 5.275 per 31 Desember 2025, PER tercatat -13,18x, mengindikasikan valuasi negatif karena perusahaan masih membukukan kerugian bersih.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 1.781, PBV perusahaan berada di level 2,96x, mencerminkan premium pasar terhadap nilai buku ekuitas perusahaan pasca rights issue.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Fajar Surya Wisesa Tbk selama tahun 2025 menunjukkan perbaikan fundamental neraca yang signifikan, terutama dari sisi solvabilitas akibat kesuksesan aksi korporasi rights issue yang digunakan untuk melunasi utang bank jangka pendek secara masif. Dari sisi operasional, perusahaan berhasil menekan rugi kotor secara substansial seiring dengan kenaikan pendapatan, meskipun hasil akhir masih tertekan oleh beban pajak sehingga mencatatkan rugi bersih. Investor perlu memperhatikan kemampuan perusahaan untuk membalikkan rugi operasional menjadi laba (turnaround) serta efektivitas penggunaan struktur modal baru yang lebih sehat untuk memacu pertumbuhan di tahun mendatang.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/), baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/) dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here