Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Emdeki Utama Tbk (MDKI) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Emdeki Utama Tbk (MDKI) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Emdeki Utama Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 1.050.369 juta, mengalami kenaikan 1,00% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.039.991 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 1,69% menjadi Rp 363.156 juta, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada piutang usaha.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 687.213 juta, naik 2,48%, didorong oleh kenaikan uang muka pembelian aset tidak lancar.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 72.285 juta, naik 10,67% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 40.647 juta, meningkat 26,27%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek, utang usaha, dan liabilitas kontrak.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 31.638 juta, dengan penurunan 4,48%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, terutama penurunan liabilitas imbalan kerja.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 978.084 juta, naik 0,35% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba belum dicadangkan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan (penjualan neto) mencapai Rp 229.776 juta, turun 5,61% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 243.448 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan Kalsium Karbit.

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 24.077 juta, naik 25,00% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 19.262 juta. Perubahan ini terutama disebabkan oleh penurunan beban pokok penjualan yang lebih besar dari penurunan pendapatan, sehingga meningkatkan margin laba kotor.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp 10 (Rupiah penuh), mencerminkan kenaikan 25,00% YoY dari Rp 8 (Rupiah penuh), sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 8.93x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 5.76x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 23,87%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 10,48%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 3,06% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 3,28% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,07x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 186 per 29 Oktober 2025, PER tercatat 13,95x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi pasar terhadap laba perusahaan.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 386,57, PBV perusahaan berada di level 0,48x, mencerminkan valuasi pasar terhadap nilai buku ekuitas perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Emdeki Utama Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan peningkatan profitabilitas yang signifikan (laba bersih +25% YoY), meskipun terjadi penurunan pendapatan (-5.61% YoY). Peningkatan ini didorong oleh efisiensi biaya pokok penjualan yang menghasilkan margin laba kotor yang lebih baik. Posisi neraca relatif stabil dengan sedikit pertumbuhan aset dan ekuitas, namun liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan. Rasio solvabilitas (DER) tetap sangat rendah, menunjukkan risiko keuangan yang minimal dari sisi utang. Valuasi PBV yang di bawah 1x mungkin menarik bagi investor nilai, namun investor perlu memperhatikan penurunan pendapatan dan peningkatan liabilitas jangka pendek yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here