Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 469,85 miliar, mengalami kenaikan 9,11% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 430,61 miliar.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 15,46% menjadi Rp 311,73 miliar, terutama dipengaruhi oleh kenaikan pada kas dan setara kas serta piutang usaha pihak ketiga.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 158,12 miliar, turun 1,56%, didorong oleh penurunan nilai buku aset tetap bersih.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 190,05 miliar, naik 15,84% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 158,35 miliar, meningkat 19,30%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 31,70 miliar, dengan kenaikan 1,18%, mencerminkan perubahan pada liabilitas imbalan kerja.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 279,80 miliar, naik 4,97% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh perolehan laba periode berjalan yang mengurangi defisit.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 489,08 miliar, naik 11,61% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 438,20 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan penjualan ekspor, khususnya untuk produk filet.

Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 13,24 miliar, naik 25,94% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan laba kotor dan penurunan beban keuangan.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 7,13, mencerminkan kenaikan 25,97% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,97x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 1,22x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 14,83%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 2,71%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 3,76% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 6,31% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,68x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 85 per 29 Oktober 2025, PER (disetahunkan) tercatat 8,94x, mengindikasikan valuasi yang relatif undervalued dibandingkan rata-rata industri.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 150,66, PBV perusahaan berada di level 0,56x, mencerminkan valuasi di bawah nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan DSFI selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, ditandai dengan kenaikan pendapatan dan laba bersih yang signifikan. Pertumbuhan pendapatan ekspor menjadi motor utama, sementara perusahaan berhasil menjaga rasio solvabilitas (DER) di level yang sehat dan likuiditas (Current Ratio) yang kuat.Dengan valuasi PER dan PBV yang saat ini berada di level rendah, saham ini tampak undervalued dari sisi fundamental. Namun, investor perlu memperhatikan risiko yang terkait dengan operasional perusahaan, seperti fluktuasi nilai tukar (karena mayoritas pendapatan dalam US$) dan ketergantungan pada pasar ekspor Amerika Serikat.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here