Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT City Retail Developments Tbk (NIRO) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT City Retail Developments Tbk (NIRO) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT City Retail Developments Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 14.401,74 miliar, mengalami penurunan 0,81% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 14.519,18 miliar. 
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 4,19% menjadi Rp 2.786,99 miliar, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kas dan setara kas. 
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 11.614,75 miliar, naik 0,04%, didorong oleh peningkatan pada pos properti investasi.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 9.406,53 miliar, naik 2,01% dibandingkan akhir tahun lalu (Rp 9.221,02 miliar). 
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 1.539,91 miliar, meningkat 1,81%, terutama disebabkan oleh kenaikan pada utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun. 
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 7.866,62 miliar, dengan kenaikan 2,05%, mencerminkan kenaikan utang bank jangka panjang.

Ekuitas

Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 4.995,21 miliar, turun 5,72% dibandingkan 31 Desember 2024 (Rp 5.298,17 miliar), didorong oleh rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan 

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 1.108,80 miliar, naik 16,56% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 951,25 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh segmen sewa dan jasa pemeliharaan.

Laba Bersih 

Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (112,77 miliar), membengkak 243,1% YoY dari rugi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp (32,87 miliar). Perubahan ini terutama disebabkan oleh peningkatan signifikan pada biaya keuangan.

Earnings per Share (EPS) 

EPS tercatat sebesar Rp (5,08), mencerminkan penurunan 243,2% YoY dari Rp (1,48), sejalan dengan perubahan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas 

  • Current Ratio: 1,81x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar. 
  • Quick Ratio: 1,77x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas 

  • Margin Laba Kotor: 49,38%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan. 
  • Margin Laba Bersih: -10,17%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian 

  • Return on Assets (ROA): -1,04% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih. 
  • Return on Equity (ROE): -3,01% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas 

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,88x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 272 per 30 Oktober 2025, PER tercatat N/A (negatif), karena perusahaan mencatatkan rugi bersih (EPS negatif).
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 225,02, PBV perusahaan berada di level 1,21x, mencerminkan valuasi 1,21 kali di atas nilai buku ekuitasnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT City Retail Developments Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang solid, terutama dari bisnis inti penyewaan pusat perbelanjaan. Namun, profitabilitas perusahaan tertekan secara signifikan akibat membengkaknya rugi bersih, yang sangat dipengaruhi oleh peningkatan biaya keuangan.

Pertumbuhan pendapatan yang positif menjadi sinyal baik terhadap efektivitas strategi bisnis di segmen utamanya. Namun, investor perlu memperhatikan secara cermat strategi manajemen utang perusahaan dan upaya efisiensi biaya yang dapat mempengaruhi kinerja profitabilitas pada kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here