Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca (per 30 September 2025 dibandingkan 30 Juni 2025) , profitabilitas (untuk periode tiga bulan yang berakhir 30 September 2025 dan 2024), rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan. Laporan keuangan disajikan dalam Dolar AS (USD).

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar $8,41 juta , mengalami penurunan 7,21% dibandingkan dengan posisi pada 30 Juni 2025 sebesar $9,06 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 0,88% menjadi $2,48 juta , terutama dipengaruhi oleh kenaikan pada kas dan bank.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar $5,93 juta , turun 10,22%, didorong oleh penurunan nilai buku aset tetap akibat penyusutan.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai $42,27 juta , turun 0,76% dibandingkan akhir Juni 2025.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar $42,14 juta , menurun 0,77%, terutama disebabkan oleh penurunan utang non-usaha pihak berelasi.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi $124.500 , dengan kenaikan 2,30%, mencerminkan perubahan liabilitas imbalan pasca kerja.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebagai Defisiensi Modal sebesar $(33,86) juta , memburuk 0,98% dibandingkan 30 Juni 2025 sebesar $(33,53) juta , didorong oleh rugi bersih periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama periode tiga bulan yang berakhir 30 September 2025, pendapatan perusahaan mencapai $658.149 , turun 42,47% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar $1,14 juta.

Laba Bersih

Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai $(328.063) , atau membaik (rugi mengecil) 46,65% YoY dari rugi di periode yang sama tahun lalu sebesar $(614.928). Perbaikan ini terutama disebabkan oleh penurunan beban pokok pendapatan.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar $(0) , mencerminkan perbaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sejalan dengan penurunan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,06x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar sangat terbatas.
  • Quick Ratio: 0,06x, mengindikasikan likuiditas yang sangat ketat (tidak ada persediaan material yang dilaporkan di aset lancar).

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: -54,16%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan negatif, karena beban pokok pendapatan lebih tinggi dari pendapatan.
  • Margin Laba Bersih: -49,85%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak masih negatif.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -15,60% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih negatif.
  • Return on Equity (ROE): Tidak relevan (N/M), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham tidak dapat dihitung secara wajar karena ekuitas negatif (defisiensi modal).

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): Tidak relevan (N/M), menunjukkan struktur pendanaan perusahaan tidak dapat diukur secara normal karena kondisi defisiensi modal.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 43 per 31 Oktober 2025, PER tercatat tidak relevan (N/M), mengindikasikan valuasi tidak dapat diukur dengan PER karena perusahaan mencatatkan rugi bersih (EPS negatif).
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (BVPS) negatif sebesar $(0,0406) atau sekitar Rp(678,50) (kurs 30 Sept 2025: Rp 16.680/USD), PBV perusahaan berada di level -0,06x, mencerminkan kondisi defisiensi modal yang dialami perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan CANI selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan berat, terutama dengan kondisi defisiensi modal yang terus berlanjut dan likuiditas yang sangat ketat.

Meskipun rugi bersih YoY berhasil ditekan , pendapatan usaha mengalami penurunan tajam dan perusahaan masih beroperasi dengan margin kotor negatif. Laporan keuangan juga mencatat bahwa kemampuan perusahaan untuk melanjutkan usahanya (going concern) sangat bergantung pada keberhasilan usaha di masa depan dan dukungan keuangan yang berkelanjutan dari pemegang saham utama.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here