Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 2.030.865.227.538 , mengalami perubahan sebesar -4,14% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 2.118.632.498.695.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami penurunan sebesar -53,31% menjadi Rp 128.556.958.998.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 3,20% menjadi Rp 1.902.308.268.540.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 599.652.358.821 , menurun sebesar -21,78% dari tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar -48,86%, menjadi Rp 117.025.984.063.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 482.626.374.758 , mengalami penurunan sebesar -10,25%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 1.431.212.868.717 , yang mencatatkan peningkatan sebesar 5,86% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 166.120.356.158 , yang mengalami kenaikan sebesar 5,26% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh pendapatan dari sektor kamar dan makanan & minuman.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 81.123.213.552 , yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 932,95% dari kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 3,94 , menunjukkan kenaikan sebesar 938,30% dibandingkan dengan semester 1 2024.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 1,10 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 1,07 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 67,82%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
  • Margin Laba Bersih: 48,83%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA): 7,99%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 11,34%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,42. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan yang rendah.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 11 September 2025, yaitu Rp 338, PER perusahaan tercatat sebesar 42,89x, yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 4,86x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 338 dan nilai buku per saham sebesar Rp 69,51. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Terdapat perbaikan signifikan pada profitabilitas, dengan perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih yang tinggi dibandingkan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun total aset sedikit menurun, perusahaan menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam menghasilkan laba dari aset dan ekuitasnya. Rasio utang yang rendah juga mengindikasikan posisi keuangan yang lebih sehat. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor lain, termasuk prospek industri dan kondisi makroekonomi, dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments