Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan pembiayaan. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci pembiayaan, hingga valuasi pasar saham.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 25.429.044 juta, mengalami kenaikan 1,23% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 25.119.820 juta). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pertumbuhan piutang pembiayaan.
- Piutang Pembiayaan: Posisi piutang pembiayaan bersih (neto) mencapai Rp 22.344.109 juta, naik 1,51% dari akhir tahun 2024 (Rp 22.012.814 juta), menunjukkan ekspansi dalam penyaluran pembiayaan.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 14.536.448 juta, turun 2,69% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 14.938.155 juta).
- Dana Pendanaan (Pinjaman dan Surat Berharga): Total pendanaan dari pinjaman yang diterima dan surat berharga yang diterbitkan tercatat Rp 13.398.276 juta (Rp 10.074.448 juta + Rp 3.323.828 juta), turun 2,62% dari akhir 2024 (Rp 13.758.448 juta).
Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 10.892.596 juta, naik 7,0% dari 31 Desember 2024 (Rp 10.181.665 juta). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih periode berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Pembiayaan Bersih (Net Financing Income – NFI)
- Selama sembilan bulan pertama 2025, NFI (Pendapatan Piutang Pembiayaan + Pendapatan Syariah dikurangi Beban Bunga & Keuangan) mencapai Rp 4.084.913 juta, naik 8,11% YoY dibandingkan Rp 3.778.412 juta pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan pembiayaan.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Financing Income)
- Pendapatan keuangan dan pendapatan lain-lain tercatat Rp 220.139 juta (Rp 32.105 juta + Rp 188.034 juta), turun 1,88% YoY dari Rp 224.357 juta.
Beban Operasional
- Total beban operasional (selain bunga) yang terdiri dari Gaji dan Tunjangan serta Umum dan Administrasi mencapai Rp 1.769.429 juta, turun 1,42% YoY, menunjukkan peningkatan efisiensi operasional.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
- Pembentukan CKPN (termasuk piutang pembiayaan, ijarah, dan lain-lain) tercatat Rp 1.095.953 juta, mencerminkan antisipasi risiko kredit.
Laba Bersih
- Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 1.167.181 juta, naik 4,69% YoY dari Rp 1.114.908 juta.
Earnings per Share (EPS)
- EPS dasar tercatat Rp 77, naik 4,05% YoY dari Rp 74.
Rasio Keuangan Utama (Perusahaan Pembiayaan)
Profitabilitas
- Net Financing Margin (NFM) (Annualized): 24,46% (dihitung berdasarkan NFI yang disetahunkan terhadap rata-rata aset pembiayaan), mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan dari selisih pendapatan pembiayaan dan biaya dana.
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 6,16% (dihitung berdasarkan laba bersih yang disetahunkan terhadap rata-rata total aset), menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 14,77% (dihitung berdasarkan laba bersih yang disetahunkan terhadap rata-rata total ekuitas), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
- Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional: 71,31% (dihitung berdasarkan total beban dibagi total pendapatan), menunjukkan tingkat efisiensi operasional (semakin rendah semakin baik).
Kualitas Aset
- Non-Performing Financing (NPF) Gross: 1,55%, rasio pembiayaan bermasalah terhadap total piutang pembiayaan.
- Non-Performing Financing (NPF) Net: 0,26%, rasio pembiayaan bermasalah setelah dikurangi CKPN.
Likuiditas & Pendanaan
- Gearing Ratio: 1,23x, mengukur perbandingan antara total utang dengan total modal. Rasio ini jauh di bawah batas OJK sebesar 10x.
Permodalan
- Rasio Permodalan (Capital Ratio): 70,83%, menunjukkan kecukupan modal perusahaan untuk menyerap potensi kerugian, jauh di atas minimum OJK sebesar 10%.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 785 per 4 November 2025, PER (annualized EPS Rp 102,67) tercatat 7,65x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 725,18 (dihitung dari Ekuitas Pemilik Induk Rp 10.891.992 juta dibagi saham beredar neto 15.019.632.320), PBV berada di level 1,08x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan BFI Finance selama kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan aset yang stabil dan peningkatan profitabilitas, meskipun tipis. Pertumbuhan pendapatan pembiayaan bersih (NFI) yang sehat sebesar 8,11% YoY menjadi indikator utama, didukung oleh efisiensi operasional yang membaik (beban operasional non-bunga turun 1,42%). Kualitas aset sangat terjaga dengan NPF gross 1,55% dan NPF net 0,26%.
Struktur permodalan (Capital Ratio 70,83%) dan tingkat utang (Gearing Ratio 1,23x) berada di level yang sangat kuat, memberikan ruang ekspansi yang besar.
Dari sisi valuasi, saham BFIN saat ini diperdagangkan pada PER 7,65x dan PBV 1,08x, yang relatif menarik. Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan pembiayaan ke depan, strategi manajemen biaya dana, dan kondisi makroekonomi dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!