Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) menunjukkan kinerja yang relatif solid meskipun tekanan biaya dan perlambatan penyaluran kredit masih terasa di sektor perbankan nasional. Laporan ini menggambarkan posisi keuangan dan profitabilitas SDRA sepanjang sembilan bulan pertama 2025.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 49,2 triliun, naik 9,8% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 44,8 triliun.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 10,3% menjadi Rp 31,9 triliun, terutama didorong oleh peningkatan simpanan di Bank Indonesia dan portofolio kredit produktif.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar mencapai Rp 17,3 triliun, meningkat moderat 8,2% karena ekspansi aset tetap dan penambahan investasi keuangan jangka panjang.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 45,8 triliun, naik 2,3% dibandingkan akhir 2024.
- Liabilitas Jangka Pendek: Rp 31,9 triliun, meningkat 3,2%, dipicu oleh kenaikan simpanan nasabah ritel.
- Liabilitas Jangka Panjang: Rp 13,9 triliun, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan manajemen pendanaan yang hati-hati.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 3,4 triliun, naik 6,5% dari Rp 3,2 triliun pada akhir 2024, didorong oleh laba ditahan dan penghasilan komprehensif lain berupa kenaikan nilai wajar surat berharga.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan:
Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan bunga bersih mencapai Rp 1,29 triliun, turun tipis 2,0% YoY dari Rp 1,31 triliun tahun sebelumnya, seiring margin bunga bersih (NIM) yang menyempit akibat peningkatan biaya dana.
Laba Kotor:
Pendapatan operasional lainnya tercatat Rp 160,9 miliar, turun dari Rp 238,5 miliar tahun sebelumnya, dipengaruhi penurunan aktivitas fee-based income.
Laba Bersih:
Laba bersih tahun berjalan tercatat Rp 14,69 miliar, merosot 96,8% YoY dibanding Rp 453,93 miliar pada periode yang sama tahun 2024, disebabkan peningkatan beban cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan (CKPN) dan beban operasional umum yang melonjak.
Earnings per Share (EPS):
EPS tercatat Rp 0,41 per saham, turun 96,8% YoY, sejalan dengan penurunan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,12x, menunjukkan likuiditas yang cukup untuk menutup kewajiban jangka pendek.
- Quick Ratio: 0,97x, menunjukkan kecukupan likuiditas meskipun margin bunga menurun.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 11,8%, turun dari tahun sebelumnya akibat beban operasional tinggi.
- Margin Laba Bersih: 1,1%, mencerminkan tekanan profitabilitas dari CKPN dan biaya administrasi.
Efisiensi & Pengembalian
- ROA: 0,03%, menurun dari 0,9% tahun sebelumnya.
- ROE: 0,4%, jauh lebih rendah dibandingkan 2024 seiring turunnya laba bersih.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 13,5x, masih dalam kisaran wajar untuk industri perbankan menengah.
Valuasi Pasar
Dengan harga penutupan Rp 288 per 30 Oktober 2025:
- PER: sekitar 52,8x, menandakan valuasi premium karena penurunan laba bersih yang signifikan.
PBV: sekitar 0,25x, mengindikasikan saham diperdagangkan jauh di bawah nilai bukunya (undervalued terhadap ekuitas bersih).
Kesimpulan
Kinerja keuangan SDRA hingga kuartal III 2025 menunjukkan penurunan tajam laba bersih akibat peningkatan CKPN dan biaya operasional. Meski demikian, posisi likuiditas dan permodalan masih solid, serta rasio kecukupan modal (CAR) tetap di atas ketentuan minimum Bank Indonesia.
Ke depan, keberhasilan manajemen dalam menekan biaya dana dan memperbaiki efisiensi operasional akan menjadi kunci untuk memulihkan profitabilitas. Dari sisi valuasi, PBV yang rendah membuka potensi revaluasi jika tren perbaikan laba mulai terlihat di kuartal berikutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!