Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 400,57 triliun, mengalami perubahan sebesar -1,97% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 408,61 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya posisi kas dan penempatan pada Bank Indonesia.
  • Pertumbuhan Aset Produktif: Meskipun total aset sedikit menurun, aset produktif utama seperti pembiayaan bersih tumbuh 9,53% menjadi Rp 122,55 triliun dan piutang bersih naik 1,33% menjadi Rp 142,06 triliun, menunjukkan ekspansi dalam kegiatan inti bank.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 99,46 triliun, turun sebesar -5,86% dari akhir tahun sebelumnya yang tercatat Rp 105,65 triliun. Penurunan ini sebagian besar disumbang oleh penurunan Liabilitas kepada Bank Indonesia.
  • Dana Pihak Ketiga: Total simpanan nasabah, yang terdiri dari simpanan wadiah dan dana syirkah temporer (giro, tabungan, dan deposito mudharabah), menunjukkan sedikit penurunan menjadi Rp 323,5 triliun per 30 Juni 2025 dari Rp 328,13 triliun per 31 Desember 2024.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 47,82 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 6,18% dibandingkan akhir tahun 2024 sebesar Rp 45,04 triliun. Peningkatan ini didorong oleh akumulasi laba bersih periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, total pendapatan operasional (Hak Bagi Hasil Milik Bank dan Pendapatan Usaha Lainnya) tercatat sebesar Rp 12,47 triliun, yang mengalami kenaikan sebesar 15,77% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 10,77 triliun. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pendapatan dari bagi hasil sebesar 15,35% dan pendapatan imbalan jasa perbankan sebesar 21,59%.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 3,74 triliun, yang mengalami kenaikan sebesar 10,21% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,39 triliun. Pertumbuhan laba ini didorong oleh peningkatan pendapatan operasional yang solid.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 81,10, menunjukkan kenaikan sebesar 10,21% dibandingkan dengan semester 1 2024 yang tercatat Rp 73,59.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 0,48 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya. (Catatan: Aset lancar didefinisikan sebagai kas dan penempatan di bank, sementara liabilitas lancar adalah liabilitas segera dan simpanan wadiah/dari bank lain).
  • Quick Ratio: 0,48 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan (tidak relevan untuk bank).

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Bersih: 29,99%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak dari total pendapatan operasional.
  • Return on Assets (ROA): 1,85% (disetahunkan). Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 16,11% (disetahunkan). Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 2,08. Rasio ini mengukur proporsi antara utang (total liabilitas) perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 18 September 2025, yaitu Rp 2.610, PER perusahaan tercatat sebesar 16,09x (EPS disetahunkan menjadi Rp 162,2), yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 2,52x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 2.610 dan nilai buku per saham sebesar Rp 1.036,72. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan BRIS pada semester pertama tahun 2025. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan yang sehat, didukung oleh ekspansi pada aset produktif utama yaitu pembiayaan. Peningkatan ekuitas dan rasio profitabilitas yang kuat seperti ROE menunjukkan kinerja yang solid. Valuasi PER dan PBV menunjukkan ekspektasi pasar yang positif terhadap kinerja perusahaan. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor makroekonomi dan industri dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here