Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Bank Syariah Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

  • Aset
    • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 416.568.238 juta, mengalami kenaikan 1,95% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 408.613.432 juta). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pertumbuhan pembiayaan bersih.
    • Pembiayaan yang Diberikan: Posisi pembiayaan bersih (termasuk piutang dan pembiayaan mudharabah/musyarakah) mencapai Rp (142.623.280 + 14.977.462 + 1.615.846 + 127.355.313) = Rp 286.571.901 juta, naik 15,27% dari akhir tahun 2024 (Rp 140.195.537 + 12.986.090 + 2.843.591 + 109.042.087 = Rp 265.067.305 juta). Catatan: Angka ini merupakan penjumlahan pos Piutang Bersih, Pinjaman Qardh Bersih, Pembiayaan Mudharabah Bersih, dan Pembiayaan Musyarakah Bersih .
    • Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga bersih tercatat Rp 64.939.972 juta, naik 4,38% dari akhir 2024 (Rp 62.216.518 juta).
    • Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp (29.513.310 + 3.808.490) = Rp 33.321.800 juta, turun 38,10% dari akhir 2024 (Rp 49.966.279 + 3.866.065 = Rp 53.832.344 juta).
  • Liabilitas
    • Total Liabilitas: Mencapai Rp 88.225.802 juta, turun 16,49% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 105.647.971 juta). Penurunan signifikan terutama pada Liabilitas kepada Bank Indonesia dan Simpanan dari Bank Lain.
    • Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Wadiah dan Giro, Tabungan, Deposito Mudharabah) tercatat Rp (77.077.228 + 271.972.632) = Rp 349.049.860 juta, naik 6,37% dari akhir 2024 (Rp 74.427.146 + 253.705.326 = Rp 328.132.472 juta), menandakan pertumbuhan dana kelolaan.
    • Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 141.966 juta, turun 96,58% dari akhir 2024 (Rp 4.151.348 juta).
  • Ekuitas
    • Total Ekuitas: Tercatat Rp 49.844.341 juta, naik 10,66% dari 31 Desember 2024 (Rp 45.041.572 juta). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih.

Laporan Laba Rugi

  • Pendapatan Bersih Setelah Distribusi Bagi Hasil (Net Income After Distribution)
    • Selama sembilan bulan pertama 2025, Hak Bagi Hasil Milik Bank (setara NII untuk bank syariah) mencapai Rp 14.147.213 juta, naik 12,00% YoY dibandingkan Rp 12.631.468 juta pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan dari penyaluran dana.
  • Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)
    • Pendapatan imbalan jasa perbankan, keuntungan surat berharga, dan lainnya tercatat Rp 4.780.736 juta, naik 20,09% YoY dari Rp 3.980.933 juta.
  • Beban Operasional
    • Total beban operasional mencapai Rp 9.687.022 juta, naik 19,69% YoY dari Rp 8.093.616 juta, terutama dipengaruhi oleh beban gaji serta umum & administrasi.
  • Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
    • Pembentukan CKPN tercatat Rp 1.872.910 juta, naik 7,26% YoY dari Rp 1.746.144 juta, mencerminkan antisipasi risiko kredit seiring pertumbuhan pembiayaan.
  • Laba Bersih
    • Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 5.568.926 juta, naik 9,04% YoY dari Rp 5.107.236 juta.
  • Earnings per Share (EPS)
    • EPS dasar tercatat Rp 120,72, naik 9,03% YoY dari Rp 110,72.

Rasio Keuangan Utama

  • Profitabilitas
    • Net Margin Equivalent: Pertumbuhan Hak Bagi Hasil Milik Bank sebesar 12,00% YoY menunjukkan kemampuan bank menjaga margin di tengah pertumbuhan dana kelolaan.
    • Return on Assets (ROA) (Annualized): 1,80%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
    • Return on Equity (ROE) (Annualized): 15,65%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
    • Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 61,07%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik).
  • Kualitas Aset
    • Non-Performing Financing (NPF) Gross: 1,84%, rasio pembiayaan bermasalah terhadap total pembiayaan.
    • Non-Performing Financing (NPF) Net: 0,55%, rasio pembiayaan bermasalah setelah dikurangi CKPN.
  • Likuiditas
    • Financing to Deposit Ratio (FDR): 80,61%, mengukur perbandingan antara pembiayaan yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima.
  • Permodalan
    • Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 21,59%, menunjukkan kecukupan modal bank yang sangat kuat untuk menyerap potensi kerugian.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 2.600 per 29 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 16,15x.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 1.080,54 (Rp 49.844.341 juta / 46.129.260.138 saham), PBV berada di level 2,41x.

Kesimpulan

Kinerja keuangan BRIS selama kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan aset dan pembiayaan yang solid, diiringi peningkatan profitabilitas meskipun ada kenaikan beban operasional dan CKPN. Pertumbuhan Hak Bagi Hasil Milik Bank yang kuat menjadi indikator utama, sementara pendapatan operasional lainnya juga berkontribusi positif. Kualitas aset (NPF) terjaga di level yang rendah, dan tingkat permodalan (CAR) masih sangat kuat.

Dari sisi valuasi, saham BRIS saat ini diperdagangkan pada PER 16,15x dan PBV 2,41x. Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan pembiayaan syariah, efisiensi operasional, manajemen risiko, dan kondisi makroekonomi dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here