Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Bank Sinarmas Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 55.743.284 juta, mengalami kenaikan 0,21% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 55.624.433 juta). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan portofolio surat berharga.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp 9.170.077 juta, turun 28,39% dari akhir tahun 2024 (Rp 12.806.287 juta), menunjukkan kontraksi dalam penyaluran pinjaman.
- Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga bersih tercatat Rp 25.482.287 juta, naik 15,18% dari akhir 2024 (Rp 22.123.030 juta).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 12.266.765 juta (menggabungkan Giro pada BI dan Penempatan pada BI dan bank lain), turun 14,90% dari Rp 14.432.413 juta pada akhir 2024.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 39.475.448 juta, turun 1,56% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 40.099.290 juta).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) dan Dana Syirkah Temporer tercatat Rp 45.061.813 juta, naik 0,53% dari akhir 2024 (Rp 44.822.936 juta), menandakan pertumbuhan dana kelolaan yang tipis.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 143.276 juta, naik 114,64% dari Rp 66.760 juta.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 9.311.054 juta, naik 8,27% dari 31 Desember 2024 (Rp 8.599.622 juta). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih dan peningkatan komponen ekuitas lainnya.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII)
- Selama sembilan bulan pertama 2025, NII (Pendapatan Bunga dan Syariah – Bersih) mencapai Rp 1.449.891 juta, turun 26,19% YoY dibandingkan Rp 1.964.551 juta pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh penurunan pendapatan bunga dan syariah.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)
- Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya (total Pendapatan Operasional Lainnya) tercatat Rp 1.391.817 juta, naik 89,75% YoY dari Rp 733.464 juta.
Beban Operasional
- Total beban operasional (selain bunga) mencapai Rp 2.465.643 juta, naik 5,73% YoY, terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban tenaga kerja.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
- Pembentukan CKPN tercatat mengalami pemulihan (recovery) sebesar Rp 79.852 juta, dibandingkan pembentukan kerugian Rp 26.330 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Laba Bersih
- Laba bersih periode berjalan (yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk) mencapai Rp 250.201 juta, naik 9,52% YoY dari Rp 228.442 juta.
Earnings per Share (EPS)
- EPS dasar tercatat Rp 12,69, naik 9,49% YoY dari Rp 11,59.
Rasio Keuangan Utama
Profitabilitas
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 0,73%
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 3,72%
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 86,77%
Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: 1,92%
- Non-Performing Loan (NPL) Net: 0,45%
Likuiditas
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 22,41%
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 32,52%
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 880 per 30 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 52,01x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 440,58, PBV berada di level 2,00x.
Kesimpulan Kinerja keuangan PT Bank Sinarmas Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan pada pendapatan bunga bersih (NII) yang menurun, namun berhasil ditopang oleh lonjakan signifikan pada pendapatan non-bunga dan pemulihan cadangan kerugian. Hal ini menjaga laba bersih tetap tumbuh positif. Terjadi kontraksi pada portofolio kredit yang menyebabkan rasio LDR sangat rendah. Kualitas aset (NPL) bank masih terjaga dengan baik. Tingkat permodalan (CAR) masih terjaga sangat kuat di level 32,52%. Dari sisi valuasi, saham BSIM saat ini diperdagangkan pada PBV 2,00x. Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit ke depan, efisiensi operasional, dan strategi bank dalam meningkatkan pendapatan bunga.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!