Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) Tahun 2025

Pada tahun 2025, PT Bank Pan Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp237,33 triliun, mengalami penurunan 2,72% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp243,96 triliun). Penurunan ini terutama didorong oleh kontraksi penyaluran kredit dan instrumen surat berharga.
  • Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp130,10 triliun, turun 1,82% dari akhir tahun 2024 (Rp132,51 triliun), menunjukkan kontraksi dalam penyaluran pinjaman.
  • Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga tercatat Rp56,63 triliun, turun 9,08% dari akhir 2024 (Rp62,29 triliun).
  • Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp5,52 triliun, turun 9,13%.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Mencapai Rp164,11 triliun, turun 6,88% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp176,23 triliun).
  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp143,30 triliun, naik 1,13% dari akhir 2024 (Rp141,69 triliun), menandakan pertumbuhan dana kelolaan.
  • Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp3,27 triliun, naik 153,80%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Tercatat Rp58,77 triliun, naik 4,82% dari 31 Desember 2024 (Rp56,07 triliun). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih dan peningkatan penghasilan komprehensif lain.

Laporan Laba Rugi

  • Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII): Selama tahun 2025, NII mencapai Rp8,94 triliun, naik 0,39% YoY dibandingkan Rp8,91 triliun pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh pendapatan bunga yang stabil dalam mengimbangi beban bunga dana.
  • Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income): Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya tercatat Rp2,27 triliun, naik 3,57% YoY.
  • Beban Operasional: Total beban operasional (selain bunga) mencapai Rp5,89 triliun, naik 3,02% YoY, terutama dipengaruhi oleh beban umum, administrasi, dan tenaga kerja.
  • Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN): Pembentukan CKPN tercatat Rp1,44 triliun, mencerminkan pemulihan risiko kredit.
  • Laba Bersih: Laba bersih periode berjalan mencapai Rp2,87 triliun, naik 0,13% YoY dari Rp2,87 triliun pada periode sebelumnya.
  • Earnings per Share (EPS): EPS dasar tercatat Rp114,24, naik 0,47% YoY.

Rasio Keuangan Utama

Profitabilitas

  • Net Interest Margin (NIM): 4,32%, mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
  • Return on Assets (ROA) (Annualized): 1,21%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE) (Annualized): 4,88%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
  • Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 70,22%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik).

Kualitas Aset

  • Non-Performing Loan (NPL) Gross: 2,82%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit.
  • Non-Performing Loan (NPL) Net: 1,04%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.

Likuiditas

  • Loan to Deposit Ratio (LDR): 95,23%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima.

Permodalan

  • Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 37,49%, menunjukkan kecukupan modal bank untuk menyerap potensi kerugian.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp1.100 per 25 Februari 2026, PER (annualized) tercatat 9,63x.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp2.282, PBV berada di level 0,48x.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Bank Pan Indonesia Tbk selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan laba yang stabil dan ketahanan modal yang sangat kuat, di tengah tantangan kontraksi pada penyaluran kredit dan total aset. Pertumbuhan NII yang stabil menjadi indikator utama, sementara efisiensi beban operasional dan pengendalian kualitas kredit menjadi faktor penting lainnya. Tingkat permodalan (CAR) masih terjaga sangat kuat.

Dari sisi valuasi, saham PNBN saat ini diperdagangkan pada PBV 0,48x yang relatif menarik dibandingkan rata-rata industrinya. Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit, efisiensi operasional, risiko suku bunga, dan kondisi makroekonomi dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here