Pada akhir tahun 2025, PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp 308,14 triliun, mengalami kenaikan 9,66% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 281 triliun). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pertumbuhan pada surat berharga.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bruto mencapai Rp 172,91 triliun, naik 1,74% dari akhir tahun 2024 (Rp 169,95 triliun), menunjukkan ekspansi yang tetap terjaga dalam penyaluran pinjaman.
- Surat Berharga (Efek-efek & Obligasi Pemerintah): Nilai surat berharga dan obligasi pemerintah tercatat Rp 114,96 triliun, naik 32,19% dari akhir 2024 (Rp 86,97 triliun).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 2,97 triliun, turun 60,56%.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 264,28 triliun, naik 9,97% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 240,32 triliun).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp 243,51 triliun, naik 18,25% dari akhir 2024 (Rp 205,93 triliun), menandakan pertumbuhan dana kelolaan yang kuat.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 8,39 triliun, naik 242,42%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 43,86 triliun, naik 7,78% dari 31 Desember 2024 (Rp 40,69 triliun). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih tahun berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII)
Selama tahun 2025, NII mencapai Rp 10,95 triliun, turun 0,87% YoY dibandingkan Rp 11,04 triliun pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh kenaikan beban bunga yang mengimbangi pertumbuhan pendapatan bunga.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)
Pendapatan provisi, komisi, dan keuntungan dari instrumen keuangan tercatat Rp 2,14 triliun, naik 140,32% YoY.
Beban Operasional
Total beban operasional mencapai Rp 6,16 triliun, naik 1,35% YoY, terutama dipengaruhi oleh beban gaji serta umum dan administrasi.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
Pembentukan CKPN tercatat Rp 529,7 miliar (beban penyisihan), mencerminkan antisipasi terhadap risiko kredit.
Laba Bersih
Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 5,06 triliun, naik 3,92% YoY dari Rp 4,87 triliun.
Earnings per Share (EPS)
EPS dasar tercatat Rp 220,41, naik 3,92% YoY.
Rasio Keuangan Utama
Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM): 3,94%, mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
- Return on Assets (ROA) (Pre-tax): 2,18%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): 11,96%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 69,63%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank.
Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: 1,94%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit.
- Non-Performing Loan (NPL) Net: 0,76%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.
Likuiditas
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 71,01%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima.
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR): 24,53%, menunjukkan kecukupan modal bank untuk menyerap potensi kerugian.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.465 per 3 Februari 2026, PER tercatat 6,65x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 1.911,35, PBV berada di level 0,77x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Bank OCBC NISP Tbk selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan aset yang solid dan peningkatan laba bersih yang stabil. Pertumbuhan DPK yang kuat menjadi indikator positif, sementara rasio efisiensi (BOPO) dan kualitas kredit (NPL) tetap terjaga dengan sangat baik. Tingkat permodalan (CAR) masih terjaga sangat kuat di level 24,53%.
Dari sisi valuasi, saham NISP saat ini diperdagangkan pada PBV 0,77x yang relatif menarik karena berada di bawah nilai bukunya. Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit, efisiensi operasional, dan kondisi makroekonomi dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/), baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/) dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Gabung Membership PintarSaham.id biar kamu bisa tahu target harga wajar NISP di 2026 secara jelas. Serta lengkap dengan konsensus TradingView, perbandingan peers & industri, plus skenario valuasi yang rapi, jadi keputusanmu bukan sekadar katanya mahal/premium.