Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Bank Neo Commerce Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 18.428.758 juta, mengalami kenaikan 5,86% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 17.409.065 juta). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kenaikan signifikan pada penempatan dana dan surat berharga, meskipun terjadi kontraksi pada penyaluran kredit.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp 6.970.411 juta, turun 14,86% dari akhir tahun 2024 (Rp 8.186.901 juta), menunjukkan kontraksi dalam penyaluran pinjaman.
- Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga tercatat Rp 6.254.932 juta, naik 33,59% dari akhir 2024 (Rp 4.681.952 juta).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 1.069.128 juta, naik 584,88% dari Rp 156.104 juta.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 14.294.909 juta, naik 3,23% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 13.847.228 juta).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp 13.619.085 juta, naik 4,25% dari akhir 2024 (Rp 13.063.792 juta), menandakan pertumbuhan dana kelolaan.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 71.849 juta, turun 44,34% dari Rp 129.079 juta.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 4.133.849 juta, naik 16,06% dari 31 Desember 2024 (Rp 3.561.837 juta). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih periode berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII) Selama sembilan bulan pertama 2025, NII mencapai Rp 1.788.508 juta, turun 11,34% YoY dibandingkan Rp 2.017.273 juta pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh penurunan pendapatan bunga yang lebih tajam daripada penurunan beban bunga, sejalan dengan kontraksi kredit.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income) Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya tercatat Rp 308.203 juta, turun 32,65% YoY dari Rp 457.617 juta.
Beban Operasional Total beban operasional (selain bunga) mencapai Rp 1.635.166 juta, turun 33,83% YoY, terutama dipengaruhi oleh penurunan drastis pada beban kerugian penurunan nilai.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Pembentukan CKPN (tercatat sebagai “Kerugian penurunan nilai aset keuangan dan non keuangan”) tercatat Rp 972.737 juta, turun signifikan 44,38% dari Rp 1.748.981 juta pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan perbaikan dalam antisipasi risiko kredit.
Laba Bersih Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 464.003 juta, meroket 11322,4% YoY dari Rp 4.063 juta.
Earnings per Share (EPS) EPS dasar tercatat Rp 34,76, naik 10123,5% YoY dari Rp 0,34.
Rasio Keuangan Utama
Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM) (Annualized): 13,31% (dihitung dari NII dibagi rata-rata aset), mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 3,45% (dihitung dari laba bersih dibagi rata-rata aset), menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 16,07% (dihitung dari laba bersih dibagi rata-rata ekuitas), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 77,99% (dihitung dari total beban operasional dibagi total pendapatan operasional), menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik).
Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: 2,92%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit.
- Non-Performing Loan (NPL) Net: 0,23%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.
Likuiditas
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 51,18% (dihitung dari kredit bersih dibagi simpanan nasabah), mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima.
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 46,73%, menunjukkan kecukupan modal bank yang sangat kuat untuk menyerap potensi kerugian.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 406 per 4 November 2025, PER (annualized) tercatat 8,76x (dihitung dari EPS 9 bulan Rp 34,76).
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 309,64 (dihitung dari total ekuitas Rp 4.133.849 juta dan jumlah saham 13.350.482.346), PBV berada di level 1,31x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Bank Neo Commerce Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan peningkatan profitabilitas yang sangat drastis, namun hal ini utamanya didorong oleh penurunan signifikan dalam biaya provisi (CKPN), bukan dari pertumbuhan bisnis inti. Pendapatan bunga bersih (NII) justru mengalami penurunan seiring dengan kontraksi portofolio kredit bersih. Bank tampak mengalihkan asetnya dari kredit ke instrumen yang lebih likuid seperti penempatan di BI/bank lain dan surat berharga.
Efisiensi operasional (BOPO) membaik signifikan, didukung oleh penurunan beban operasional. Kualitas aset juga membaik, tercermin dari penurunan rasio NPL Gross dan Net. Tingkat permodalan (CAR) masih terjaga sangat kuat di level 46,73%, memberikan ruang ekspansi yang besar.
Dari sisi valuasi, saham BBYB saat ini diperdagangkan pada PER 8,76x dan PBV 1,31x. Valuasi ini terlihat wajar. Investor perlu mempertimbangkan apakah pemulihan profitabilitas ini berkelanjutan dan apakah bank dapat kembali mencatatkan pertumbuhan kredit yang sehat di masa depan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!