Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

  • Aset
    • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 30,82 triliun, mengalami peningkatan sebesar 6,70% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 28,89 triliun.
  • Liabilitas
    • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 26,82 triliun, meningkat sebesar 7,30% dari akhir tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 24,99 triliun.
  • Ekuitas
    • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 4,01 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 2,86% dibandingkan akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 3,89 triliun.

Laporan Laba Rugi

  • Pendapatan
    • Pendapatan Bunga Bersih: Pada semester I 2025, pendapatan bunga bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 448,97 miliar, mengalami kenaikan sebesar 10,68% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 405,66 miliar.
  • Laba Bersih
    • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 99,88 miliar, mengalami penurunan sebesar 3,51% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 103,51 miliar.
  • Laba Per Saham (EPS)
    • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 71,24, menunjukkan penurunan sebesar 3,51% dibandingkan dengan semester I 2024 sebesar Rp 73,83.

Rasio Keuangan Perbankan

  • Rasio Permodalan
    • Capital Adequacy Ratio (CAR/KPMM): Rasio kecukupan modal MASB tercatat sebesar 23,64%. Angka ini berada jauh di atas ketentuan minimum regulator, menunjukkan permodalan yang sangat kuat untuk menunjang ekspansi dan mengantisipasi potensi risiko.
  • Rasio Kualitas Aset
    • Non-Performing Loan (NPL) Gross: Rasio NPL kotor berada di level 3,68%.
    • Non-Performing Loan (NPL) Net: Rasio NPL bersih tercatat sebesar 1,91%. Rasio ini mengindikasikan tingkat risiko kredit macet yang terkendali setelah memperhitungkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).
  • Rasio Profitabilitas
    • Net Interest Margin (NIM): NIM perusahaan adalah 3,25%. Rasio ini menunjukkan kemampuan bank dalam mengelola aset produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih.
    • Return on Assets (ROA): ROA perusahaan sebesar 0,85%, menunjukkan efisiensi bank dalam menggunakan aset untuk menghasilkan laba.
    • Return on Equity (ROE): ROE perusahaan tercatat sebesar 5,19%, mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
  • Rasio Likuiditas
    • Loan to Funding Ratio (LFR): LFR tercatat sebesar 49,71%. Rasio ini menunjukkan bahwa likuiditas bank sangat longgar, dengan porsi dana pihak ketiga yang disalurkan sebagai kredit masih memiliki ruang besar untuk bertumbuh.
  • Rasio Efisiensi
    • Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): Rasio BOPO berada di level 86,87%. Rasio ini menggambarkan tingkat efisiensi bank, di mana nilai yang lebih rendah menunjukkan efisiensi yang lebih baik.

Valuasi Perusahaan

  • Price to Earnings Ratio (PER)
    • PER: Dengan harga saham pada penutupan 27 Agustus 2025, yaitu Rp 3.220, dan EPS yang disetahunkan (Rp 142,48), PER perusahaan tercatat sebesar 22,60x. Ini menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
  • Price to Book Value (PBV)
    • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 1,13x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 3.220 dan nilai buku per saham sebesar Rp 2.857,48. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan MASB pada semester pertama tahun 2025. Dari sisi permodalan dan likuiditas, perusahaan menunjukkan posisi yang sangat solid dan sehat, jauh di atas ketentuan regulator. Meskipun laba bersih mengalami sedikit penurunan, pertumbuhan aset dan pendapatan bunga bersih tetap positif. Rasio-rasio kunci perbankan menunjukkan manajemen risiko yang terkendali. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi dan prospek industri, dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here