Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) mencatatkan kinerja keuangan yang solid, ditandai dengan pertumbuhan laba bersih dan permodalan yang kuat. Analisis ini akan menguraikan kinerja bank berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 21,06 triliun, tumbuh 0,89% dari posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 20,87 triliun.
  • Komposisi Aset Produktif: Pertumbuhan aset terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang naik 160,26% menjadi Rp 3,73 triliun.
  • Kredit yang diberikan (neto) sebagai komponen aset produktif terbesar tercatat stabil di angka Rp 10,95 triliun, sementara Efek-efek berkontribusi sebesar Rp 3,46 triliun.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 17,35 triliun, meningkat tipis 0,81% dari akhir tahun sebelumnya.
  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Sebagai sumber utama pendanaan, total DPK (Simpanan) tumbuh 2,99% menjadi Rp 14,86 triliun. Komposisi DPK terdiri dari Giro sebesar Rp 884,31 miliar, Tabungan sebesar Rp 1,73 triliun, dan Deposito Berjangka sebesar Rp 12,25 triliun.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 3,71 triliun, mencatatkan peningkatan 1,27% dibandingkan akhir tahun 2024, menunjukkan penguatan struktur permodalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Pendapatan Bunga Bersih: Pada semester 1 2025, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp 278,68 miliar, naik 3,10% dari Rp 270,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 13,64% yang melampaui kenaikan beban bunga.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 41,71 miliar, melonjak 41,51% dari Rp 29,48 miliar pada semester 1 2024. Peningkatan laba ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan kenaikan signifikan pada pos keuntungan bersih penjualan efek-efek.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 0,92, menunjukkan kenaikan 9,52% dibandingkan dengan semester 1 2024 sebesar Rp 0,84.

Rasio Keuangan Utama Perbankan

Rasio Profitabilitas

  • Net Interest Margin (NIM): 2,66% (disetahunkan). Rasio ini mengukur efektivitas bank dalam menghasilkan laba dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
  • Return on Assets (ROA): 0,40% (disetahunkan). Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan total asetnya untuk menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 2,26% (disetahunkan). Rasio ini mengukur imbal hasil yang dihasilkan dari modal yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Efisiensi

  • Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 90,23%. Rasio ini menggambarkan tingkat efisiensi bank; semakin rendah rasionya, semakin efisien bank dalam menjalankan operasionalnya.

Rasio Likuiditas

  • Loan to Deposit Ratio (LDR): 75,46%. Rasio ini menunjukkan bahwa likuiditas bank terjaga dengan baik, di mana penyaluran kredit masih berada di bawah total dana pihak ketiga yang dihimpun.

Rasio Kualitas Aset & Permodalan

  • Non-Performing Loan (NPL) Gross: 4,43%. Rasio ini mengukur tingkat kredit bermasalah sebelum memperhitungkan cadangan kerugian.
  • Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 23,98%. Rasio ini jauh di atas ketentuan minimum OJK, menunjukkan bahwa bank memiliki modal yang sangat kuat untuk menyerap potensi risiko kerugian.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 27 Agustus 2025, yaitu Rp 59, PER perusahaan tercatat sebesar 32,07x (EPS disetahunkan). Ini menunjukkan ekspektasi investor terhadap pertumbuhan laba perusahaan di masa depan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 0,71x, dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 59 dan nilai buku per saham sebesar Rp 83,39. Rasio di bawah 1x ini mengindikasikan harga pasar saham saat ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai ekuitas per sahamnya.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran tentang kinerja keuangan BABP pada semester pertama tahun 2025 yang menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang kuat dan fundamental permodalan yang sangat sehat. Rasio LDR yang terjaga menunjukkan manajemen likuiditas yang baik, meskipun rasio NPL Gross perlu menjadi perhatian. Dari sisi valuasi, saham ini diperdagangkan di bawah nilai bukunya, yang bisa menjadi indikator menarik bagi investor. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek industri dan kondisi makroekonomi, dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here